PUPS, Pilihan Pendanaan Terbaik bagi Startup di Indonesia

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 26 Oktober 2017 - 06:24 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Lonjakan harga saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) menjadi Rp3.310 per unit pada 19 Oktober 2017 dibandingkan di perdagangan perdana pada 5 Oktober 2017 sebesar Rp450 per unit menunjukkan perkembangan yang cepat di industri e-commerce Indonesia.

Perkembangan cepat industri e-commerce Indonesia tersebut memberikan sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Pasalnya pasca Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS), nilai perusahaan tersebut meningkat pesat.

“Pertumbuhan tersebut sangat mengejutkan. Gairah investor ritel terhadap KIOS adalah sinyal positif bahwa PUPS ada pilihan pendanaan terbaik bagi startup di Indonesia,” papar Jasin Halim, Direktur Utama KIOS.

Disamping itu, hal tersebut juga merupakan bentuk kepercayaan publik terhadap potensi pasar dan strategi usaha Kioson. Terbukanya berbagai informasi mengenai Kioson adalah salah satu strategi perseroan untuk berkembang dan mendapatkan valuasi yang nyata.

Dalam Indonesia Venture Capital Outlook 2017, angka investasi terhadap perusahaan rintisan (startup) di Asia Tenggara mengalami lonjakan hingga 23 kali lipat pada 2016 dibandingkan pada 2012, atau hanya dalam empat tahun.

Kendati Singapura masih menguasai 41% dari total nilai investasi perusahaan rintisan di kawasan regional, namun negara lain mulai mengejar. Salah satunya adalah Indonesia yang memegang porsi 19%.

“Kenyataan ini, sedikit banyak, mencerminkan pandangan investor yang percaya terhadap berbagai perusahaan rintisan yang memiliki strategi bisnis berkelanjutan,” tukas Jasin dalam acara paparan publik dadakan di Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Selain itu, laporan yang sama juga menyebutkan bahwa dua industri startup yang paling banyak diminati di Indonesia adalah transportasi dan e-commerce. Sebagai perusahaan pionir e-commerce yang fokus di Online to Offline (O2), Kioson memiliki keunikan strategi.

“Kami akan terus konsisten menjembatani underserved market dengan layanan digital. Pangsa pasar yang besar justru ada di sana. Sementara, masih jarang pemain yang memberikan layanan yang baik bagi masyarakat di berbagai kota kabupaten,” ujar Jasin.

Jasin juga menuturkan, strategi bisnis yang demikian itu diyakini oleh manajemen KIOS bakal mampu mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan untuk jangka panjang. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →