Rehat Tengah Hari, IHSG Tersungkur 45 Poin

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 11 Oktober 2017 - 12:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 0,8% atau 45 poin ke posisi 5.861 pada akhir sesi pertama perdagangan Rabu (11/10/2017) jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level 5.905.

Sepanjang pagi hingga rehat tengah hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.860-5.906. Ada 121 saham yang mengalami kenaikan harga, 359 saham turun, 125 saham stagnan dan 182 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai perdagangan hingga rehat tengah hari ini tercatat sebesar Rp3,22 triliun dengan volume transaksi sebanyak 3,77 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual saham bersih senilai Rp480 miliar dengan volume penjualan sebanyak 114 juta unit saham.

Sembilan dari 10 indeks sektoral BEI mengalami penurunan. Indeks sektor infrastrutkur mengalami penurunan tertinggi, yaitu sekitar 2,23% atau 26,49 poin ke posisi 1.163. Kemudian diikuti oleh indeks sektor konsumer dan indeks sektor manufaktur yang masing-masing terpangkas 1,32% dan 1,10%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers pada siang ini adalah saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Harga EXCL dan TLKM masing-masing terkulai lemah sekitar 4,1% dan 4% ke posisi Rp3.480 per unit dan Rp4.350 per unit. Adapun harga LPPF terpangkas 3,7% atau Rp350 menjadi Rp9.150 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Harga JSMR menjulang 2,5% atau Rp150 menjadi Rp6.075 per unit. Sedangkan harga PTBA dan AKRA masing-masing menguat 2,3% dan 2,1% menjadi Rp11.100 per unit dan Rp7.200 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →