Harga GMFI Hanya Naik 2% di Perdagangan Perdana Hari ini

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 10 Oktober 2017 - 10:11 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga saham PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI), atau GMF AeroAsia, naik 2% menjadi Rp408 per unit pada perdagangan perdana Selasa (10/10/2017) ini di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sesaat setelah lonceng perdagangan berbunyi, GMFI ditransaksikan sebanyak 332 kali dengan volume transaksi sebanyak 77.939 lot dengan total nilai perdagangan sebesar Rp3,13 miliar.

GMFI adalah perusahaan yang menjadi emiten BEI yang ke-25. Total emiten BEI saat ini menjadi 559 emiten. Pada Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, manajemen GMFI menawarkan 2,82 miliar unit saham baru bernilai nominal Rp100 per unit kepada investor publik dengan harga penawaran sebesar Rp400 per unit.

Setelah mencapai harga tertingginya di posisi Rp408 per unit, harga GMFI tak lama kemudian turun ke posisi Rp382 per unit.

“Saya berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung upaya kami sehingga dapat mencatatkan saham secara resmi di BEI,” ujar Iwan Juniarto, Direktur Utama GMFI, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Dalam PUPS ini, manajemen GMFI telah menunjuk beberapa penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →