Trade Expo Indonesia 2017 Representasi Potensi Produk Indonesia

Oleh : Herry Barus | Senin, 09 Oktober 2017 - 09:53 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan akan kembali menggelar pameran perdagangan ke-32 bertajuk “Trade Expo Indonesia (TEI) 2017”.

Acara ini akan berlangsung selama lima hari, 11-15 Oktober 2017, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Banten, dengan menempati semua hall (Hall 1 sampai dengan Hall 10) sebagai representasi potensi dan prestasi aneka ragam produk Indonesia. 

TEI merupakan pameran business-to-business (B2B) yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan bersama lembaga terkait. Hal ini dilatarbelakangi oleh perdagangan di pasar luar negeri yang merupakan sumber utama pendapatan devisa negara-negara maju. Adapun Indonesia merupakan salah satu negara berkembang (emerging market) dan anggota 20 ekonomi besar dunia (G20) yang harus berperan aktif di pasar dunia. 

Pada TEI tahun ini, Kementerian Perdagangan menargetkan jumlah exhibitor meningkat menjadi 1.100, dengan target pengunjung mencapai 16 ribu orang, sehingga nilai transaksi dapat mencapai target US$ 1,1 miliar. Acara ini juga didukung beberapa program, seperti business forum, talk show, regional discussion, business consultation, business matching, serta misi dagang lokal dan mancanegara. 

Sementara itu sekitar seratus pengusaha asal Arab Saudi bakal menghadiri Pameran Dagang Indonesia 2017 atau Indonesia Trade Expo (ITE) 2017. ITE dilangsungkan di Bumi Serpong Damai, Tangerang, 11-15 Oktober 2017.

Menurut informasi Konsul Jenderal Muh. Hery Saripudin hingga Rabu (4/10/2017) seperti dikutip dari facebook Kemenpar, sudah ada 100 lebih grup bisnis yang mendaftar di KJRI Jeddah. Itu baru yang dari KJRI Jeddah. Belum yang dari KBRI Riyadh. "Masih banyak grup bisnis lain yang menyampaikan minatnya untuk hadir," kata Hery.

Ditambahkan oleh Muh. Hery Saripudin, salah satu pendorong pengusaha Jeddah ke TEI adalah efek kunjungan Raja Salman ke Indonesia beberapa waktu lalu. "Turis juga sudah mulai kami rasakan meningkat," tambah Hery Saripudin.

 

Herry Barus Lihat semua artikel →