Hari ini, Pergerakan IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan Jangka Pendek

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 09 Oktober 2017 - 09:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal melanjutkan penguatan jangka pendek pada perdagangan Senin (09/10/2017) setelah pada akhir kemarin mampu mempertahankan tren kenaikannya.

“Pembelian saham-saham berkapitalisasi besar dan saham-saham lapis kedua pilihan gagal menekan indeks sehingga posisi resistensi lama di kisaran 5.890-5.923 berubah menjadi kisaran resistensi baru,” papar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Senin (09/10/2017).

Yuganur mengemukakan, kondisi tersebut mendorong pergerakan IHSG yang sebelumnya berada di kisaran 5.850-5.923, sekarang berubah menuju kisaran 5.890-5.970.

“Karena itu, pelaku pasar disarankan untuk melakukan aksi beli atau akumulasi terhadap saham-saham pilihan secara lebih intensif lagi sehingga kenaikan IHSG berikutnya ditargetkan mencapai posisi 6.100,” tukas Yuganur.

Karena itu, Yuganur merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Secara teknikal, demikian Yuganur, BNGA, JSMR dan ADHI saat ini memasuki proses perbaikan harga untuk jangka pendek dan menengah, sehingga ketiga saham tersebut menjadi menarik untuk diakumulasi.

Yuganur menjelaskan, harga BNGA ditargetkan dapat mencapai kisaran Rp1.400-1.450 per unit. Adapun harga JSMR dan ADHI masing-masing berpeluang mencapai kisaran Rp6.050-6.250 per unit dan Rp2.120-2.250 per unit.

“Penurunan harga komoditas di pasar global ke titik terendah dalam 10 tahun terakhir ini membuat LSIP menjadi menarik untuk diakumulasi. Harga saham produsen CPO Ini ditargetkan mencapai Rp1.510-1.610 per unit,” pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →