Pada Perdagangan Perdana, Harga KIOS Melesat 50%

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 05 Oktober 2017 - 10:26 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) langsung melesat 50% menjadi Rp450 per unit pada perdagangan perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Kamis (05/10/2017).

Harga KIOS pada Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) yang diselenggarakan pada 26-28 September 2017 lalu sebesar Rp300 per unit. Setelah perdagangan BEI dibuka, volume perdagangan KIOS tercatat sebanyak 9 lot hasil 2 kali perdagangan bernilai total Rp405 juta.

“Pada PUPS ini, kami menawarkan 150 juta unit saham bernilai Rp300 per unit. Total saham yang ditawarkan kepada investor publik itu 23,07% dari total saham perseroan,” ujar Jasin Halim, Direktur Utama KIOS, pada pembukaan perdagangan di BEI, Kamis (05/10/2017).

Jasin menuturkan, total dana yang diperoleh perseroan lewat PUPS tersebut mencapai Rp45 miliar. Rencananya, sekitar 78,95% dari total dana PUPS itu akan digunakan untuk membiayai akuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi (Narindo) dan sisanya untuk modal kerja.

Jasin menjelaskan, akuisisi ini dilakukan persreoan karena memiliki peran strategis untuk memperkuat infrastruktur perseroan di daerah-daerah melalui aset yang sudah dimiliki Narindo.

“Dengan keberadaan Narindo sebagai agregator e-voucher, itu berarti Kioson telah menjaga bisnis perusahaan sejak dari hulu, sehingga akuisisi ini diharapkan dapat mendukung bottom line Kioson kedepan,” papar Jasin.

Saat ini, fokus layanan Kioson terddiri dari layanan digital, dan Paymen Point Online Bank (PPOB), layanan keuangan, serta layanan e-commerce. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →