Dharma Satya Nusantara Jual Lahan Bekas Pabrik Bernilai Rp173 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 27 Desember 2016 - 12:10 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), perusahaan publik pengolahan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjual lahan bekas pabrik kepada PT Pelayaran Tempuran Mas Tbk (TMAS), sebuah perusahaan angkutan laut yang berstatus emiten BEI.
 
Menurut keterangan tertulis ke BEI, Selasa (27/12/2016), nilai penjualan lahan seluas 57.917 meter persegi yang berlokasi di Jalan Kalianak Barat Belakang No. 55 L Surabaya sebesar Rp173,751 miliar.
 
Penjualan tersebut tidak mempengaruhi kegiatan operasional DSNG karena kegiatan operasional perseroan dapat dilakukan di fasilitas pabrik kayu milik DSN Group lainnya. DSNG diketahui telah beberapa kali mengganti bisnis inti.
 
Perseroan pada 1985 menjalankan bisnis di bidang industri perkayuan terpadu. Pada 2001, perseroan mengganti bisnisnya di bidang industri agro dan industri taaman perkebunan. Kemudian perseroan kembali mengganti bisnisnya di bidang pengolahan kelapa sawit pada 2002.
 
Sebesar 25,05% saham perseroan dimiliki PT Triputra Investindo Arya, sekitar 14,63% dipegang PT Krishna Kapital Investama, sebesar 8,15% dikuasai PT Mitra Aneka Guna, sekitar 7,18% milik PT Tri Nur Cakrawala. Adapun Andrianto Oetomo dan Arianto Oetomo masing-masing memegang 5,43% saham. Sisanya sebesar 34,13% dimiliki investor publik. (abr)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →