Trisula Textile Terus Pasok Seragam Karyawan Perusahaan Besar di Indonesia

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 03 Oktober 2017 - 11:39 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), produsen garmen yang berkantor pusat di Cimahi, Jawa Barat, akan terus membidik perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, yaitu untuk menyediakan seragam para karyawannya.

“Kami hingga kini masih akan membidik penyediaan seragam para karyawan instansi pemerintah, perusahaan swasta, perbankan, maskapai penerbangan, maupun perusahaan-perusahaan milik negara,” ujar R Nurwulan Kusumawati, Direktur Administrasi BELL di Jakarta, Selasa (03/10/2017).

Nurwulan mengemukakan, pendapatan perseroan pada tahun ini ditargetkan Rp420 miliar. Target tersebut hanya lebih tinggi 0,92% dibandingkan dengan realisasi pendapatan 2016 sebesar Rp 416,16 miliar.

Nurwulan menjelaskan, dari total realisasi penjualan 2016, perseroan meraih penjualan sebesar Rp381,52 miliar dari penjualan di pasar lokal dan sisanya sekitar Rp34,64 miliar berasal dari ekspor.

Berdasarkan produk perseroan, maka pendapatan terbesar berasal dari penjualan polyester Rp255,07 miliar. Sementara itu, pendapatan dari bisnis penyediaan seragam perusahaan tercatat sebesar Rp130,62 miliar dan dari penjualan poly/rayon sebesar Rp30,47 miliar.

“Kalau untuk laba bersih, kami menargetkan antara Rp10-15 miliar pada tahun ini,” pungkas Nurwulan.

Dalam kegiatan bisnisnya, perseroan didukung oleh 7 anak usahanya, yaitu PT Mido Indonesia, PT Cakra Kencana, PT Savana Lestari, PT Sinar Abadi Citranusa, PT Permata Busana Mas, PT Prima Moda Kreasindo, dan PT Tricitra Busana Mas. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →