Perdagangan Perdana, Harga BELL Ditransaksikan Naik 14%

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 03 Oktober 2017 - 11:35 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), produsen tekstil bermerek Catharina dan Bellini, mulai memperdagangkan dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (03/10/2017) ini.

Pada perdagangan perdana Selasa pagi ini, harga BELL dibuka Rp170 per unit, atau naik 14% dibandingkan harga yang ditetapkan pada masa Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) sebesar Rp150 per unit.

Di awal perdagangannya hari ini, harga BELL bergerak pada kisaran Rp159-324 per unit.  Total nilai perdagangannya sebesar Rp2,7 miliar dengan volume sebanyak 154.000 lot dengan frekuensi sebesar 329 kali.

Pada PUPS ini, perseroan menawarkan 300 juta unit saham bernominal Rp100 per unit kepada publik. Itu mencapai sekitar 20,69% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan. Dengan demikian, total dana yang diperoleh lewat PUPS ini tercatat sebesar Rp45 miliar.

“Sekitar 71% dari dana PUPS itu akan kami gunakan untuk membeli mesin-mesin guna mendukung lini produksi dan sisanya untuk modal kerja,” ujar Karsongno Wongso Djaja, Direktur Utama BELL di Jakarta, Selasa (03/10/2017).

Karsongno menjelaskan, total saham yang dicatatkan di BEI hari ini sebanyak 1,45 miliar unit saham. Itu terdiri dari saham pendiri sebanyak 1,15 miliar saham dan saham yang ditawarkan kepada investor publik sebanyak 300 juta unit.

Pada PUPS ini, perseroan telah menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek (Lead Underwriter). (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →