Malaysia dan Filipina Akan Segera Gunakan Kereta Buatan PT Inka

Oleh : Ridwan | Jumat, 29 September 2017 - 05:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah terus mengupayakan kereta buatan PT Industri Kereta Api (Inka) bisa diekspor ke Filipina dan Malaysia. Pasalnya, kedua negara tersebut mempunyai potensi besar dalam menyerap produk perkeretaapian nasional.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melalui keterangan tertulisnya setelah mengadakan pertemuan terpisah dengan Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong Lai serta Menteri Transportasi Filipina, Arthur Tugade dalam Asia Europe Meeting Transport Ministers Meeting (ASEM TMM) ke-4 di Bali (28/9/2017)),

"Dari hasil pertemuan dengan kedua negara tersebut masing-masing dihasilkan tiga poin penting kerja sama antara Indonesia-Malaysia dan Indonesia-Filipina," jelas Menhub.

Bersama dengan delegasi Malaysia Menhub menjelaskan, pertama akan ada Kapal Ro-Ro dengan tujuan dari Dumai ke Malaka. Kemudian yang kedua, Indonesia akan ekspor kereta api ke Malaysia. "Mereka menyambut baik karena kebutuhan kereta di sana (Malaysia) banyak," tambahnya.

Sementara poin ketiga dari pertemuan dengan Mr. Liow Tiong Lai terkait konektivitas udara penerbangan internasional di Bandara Silangit yang akan dibuka 28 oktober. "Jadi setelah rute Silangit ke Singapura, nantinya kita harapkan ada rute Silangit ke Penang atau ke Kuala Lumpur," lanjutnya.

Sementara itu, dalam pertemuannya dengan delegasi Filipina, Menhub menjelaskan hal yang dibicarakan terkait rencana Garuda Indonesia terbang ke Filipina, ekspor kereta api INKA ke Filipina dan pendidikan vokasi untuk nakhoda. "Terkait kereta, mereka setuju untuk impor kereta dari kita, karena Filipina akan membangun kereta api di Mindanao sepanjang 800 km," ucap Menhub.

Lebih lanjut, Menhub mengatakan, Malaysia dan Filipina menyambut baik penawaran Indonesia dan siap membahas lebih lanjut. "Saya optimistis, kereta buatan BUMN bisa diterima di Malaysia dan Filipina lantaran sudah terbukti kualitasnya. Apalagi kereta Inka sudah diekspor ke Bangladesh," kata Menhub.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →