Lewat Gelaran Travel Fair, Bayu Buana Berharap Raih Pendapatan Rp70 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 26 September 2017 - 17:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bayu Buana Tbk (BAYU) akan menggelar pameran Bayu Buana Holiday Travel Fair 2017 bertajuk “Stop Dreaming, Let’s Explore the World di Mal Puri Indah, Jakarta, pada 29 September hingga 1 Oktober 2017.

Manajemen BAYU menargetkan gelaran travel fair tersebut dapat meraih pendapatan hingga Rp70 miliar. Itu karena target jumlah kunjungan wisatawan, terutama yang berkunjung ke luar negeri cukup besar.

“Pengunjung pameran selama 3 hari itu diprediksi 10.000 orang. Tiket yang terjual ditargetkan mencapai 3.500-4.000 tiket, sehingga target pendapatan Rp70 miliar itu, saya rasa cukup logis,” papar Agustinus Pake Seko, Direktur Utama BAYU, dalam acara media gathering di Jakarta, Selasa (26/09/2017).

Agustinus mengemukakan, minat masyarakat untuk berlibur ke luar negeri terus meningkat. Itu karena kemudahan dalam pengurusan paspor dan visa yang merupakan dokumen perjalanan penting ke luar negeri.

“Kondisi itu mengubah cara berpikir orang masa kini, bahwa liburan sudah menjadi kebutuhan yang diperlukan dibanding dulu dimana orang masih berpikir bahwa berlibur itu adalah kebutuhan nomor sekian,” tukas Agustinus.

Agustinus optimistis, target pendapatan BAYU lewat travel fair tersebut bakal tercapai. Pasalnya, saat ini sudah memasuki musim liburan akhir tahun sehingga masyarakat akan sangat tertarik dengan berbagai penawaran menarik melalui travel fair tersebut.

Menurut data Dirjen Imigrasi Kemenkum dan HAM, orang yang berangkat liburan keluar negeri pada 2016 mengalami kenaikan 10,4% menjadi 492.532 orang dibanding pada tahun sebelumnya sebanyak 441.340 orang. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →