Investor Jepang Tertarik Berinvestasi di Kawasan Industri Sriwijaya CBD

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 22 September 2017 - 08:44 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kawasan industri Sriwijaya Central Business District (Sriwijaya CBD) yang dikembangkan di atas lahan seluas 307 hektar dinilai sangat prospektif untuk investor. Pasalnya, kawasan itu didukung oleh infrastruktur yang memadai, termasuk sumber daya alam dan energi yang dibutuhkan oleh industri.

“Disamping berlokasi di tengah kota Palembang, Sumatera Selatan, kawasan Sriwijaya CBD juga terletak di pintu keluar dan masuk ruas tol Trans Sumatera. Karena itu, kawasan ini akan menjadi solusi bisnis terlengkap di Palembang,” ujar Imam Haryono, Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI), di Jepang.

Imam Haryono menjelaskan hal tersebut ketika menjadi pembicara utama (keynote speaker) di Jepang dalam forum “Investasi Kawasan Industri Indonesia di Luar Pulau Jawa” pada 13-15 September 2017.

Dari hasil pertemuan dengan pada acara tersebut, investor Jepang berminta berinvestasi di Palembang, Sumatera Selatan. Mereka menilai Palembang merupakan kota yang sudah maju dan sudah terbangun. Apalagi akan menjadi tuan rumah Asean Games 2018.

Sementara itu, Gadiza Fauzi, Direktur Utama Sriwijaya CBD, mengungkapkan, para investor Jepang tersebut tampak antusias untuk berinvestasi di Palembang, karena mereka selama ini mengkhawatirkan kemacetan di Jawa yang mempengaruhi efektifitas produksi.

Selain sudah menjadi kota yang maju, demikian Gadiza, Palembang dianggap cukup baik dalam menangani kemacetan dengan membangun sarana transportasi yang canggih.

“Transportasi kota lancar dan juga ada LRT. Selain itu, Upah Minimum Pokok (UMP) relatif lebih rendah dibandingkan Jawa,” tukas Gadiza.

Gadiza mengemukakan, kawasan industri Sriwijaya CBD layak menjadi tujuan investasi karena memiliki sejumlah keunggulan yang kompetitif, yakni lokasi Sriwijaya CBD di Gandus yang menjadi satu-satunya pintu keluar-masuk Palembang dari tol Trans Sumatera.

Tol Trans Sumatera ini menghubungkan seluruh kota di Sumatera dari Aceh hingga Lampung. Bahkan, letak kawasan industri Sriwijaya CBD dari pintu tol Gandus hanya 1 km saja.

Disamping itu, demikian Gadiza, kawasan Sriwijaya CBD juga berdekatan dengan bandara dan kantor pemerintah Kota sehingga memudahkan untuk pengurusan administrasi serta dekat dengan pelabuhan Boom Baru Palembang, sehingga distribusi barang jadi lebih mudah dan biaya logistik semakin murah. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →