Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup pada Posisi 5.835

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 15 September 2017 - 13:53 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Setelah sempat bergerak naik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya ditutup pada level 5.835 pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat (15/09/2017), melemah 0,3% atau 16 poin dibandingkan dengan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 5.852.

Sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.833-5.869. Pelemahan IHSG pada rehat tengah hari ini disebabkan oleh penurunan harga 354 saham. Akan tetapi, masih ada 124 saham mengalami kenaikan harga, 121 stagnan dan 194 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai transaksi pada sesi pertama perdagangan hari ini tercatat Rp2,58 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,75 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi beli saham bersih (net buying) sebanyak Rp146 miliar dengan total volume pembelian (net buying volume) sebanyak 371 juta unit saham.

Sebanyak tujuh dari 10 indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor pertambangan mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 1,56% atau 22,54 poin ke posisi 1.424. Kemudian diikuti oleh indeks sektor pertanian dan indeks sektor konsumer masing-masing sebesar 1,55% dan 0,91%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA) yang harganya turun 6,5% atau Rp650 menjadi Rp9.325 per unit, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya terpangkas 4,9% atau Rp10 menjadi Rp196 per unit dan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang harganya susut 3,5% atau Rp100 menjadi Rp2.740 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang harganya naik 3,3% atau Rp325 menjadi Rp10.050 per unit, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang harganya meningkat 2,9% atau Rp60 menjadi Rp2.130 per unit dan saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang harganya terangkat 2,4% atau Rp15 menjadi Rp640 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →