Divestasi 10 Ruas Tol Waskita Karya Belum Capai Target

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 12 September 2017 - 10:21 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Divestasi 10 ruas jalan tol yang dikelola PT Waskita Karya Tbk (WSKT) masih belum terwujud. Hal itu dikarenakan beberapa penawaran yang masuk dari calon investor yang mau membeli jalan tol tersebut tidak ada yang memenuhi target yang diharapkan manajemen PT Waskita Toll Road.

“Sebelumnya Waskita Karya melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road berencana medivestasikan 10 ruas tol pada triwulan kedua tahun ini. Akan tetapi, hingga waktu yang ditentukan, beberapa penawaran yang masuk dari para calon investor dinilai masih belum memenuhi target seperti yang diharapkan manajemen PT Waskita Toll Road,” papar Shastia Hadiarti, Corporate Secretary WSKT, di Jakarta, Selasa (12/09/2017).

Kendati demikian, menurut Shastia, Waskita Karya dan Waskita Toll Road tetap berencana untuk mendivestasikan kesepuluh ruas tol tersebut. Pasalnya, hal itu merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi pendanaan berbagai proyek infrastruktur, terutama jalan tol.

“Namun demikian, skema divestasi tersebut masih dikaji oleh pihak manajemen,” imbuh Shastia.

Shastia juga menginformasikan, hingga pekan pertama September 2017, Waskita Karya telah memperoleh kontrak baru bernilai Rp43 triliun. Kontrak baru tersebut masih didominasi oleh proyek-proyek infrastruktur, khususnya pembangunan dan pengembangan jalan tol. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →