Pagi ini, IHSG Dibuka pada Posisi 5.863

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 11 September 2017 - 09:49 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada posisi 5.863 pada sesi pertama perdagangan Senin (11/09/2017). Hingga pukul 09.16 waktu JATS, IHSG terpantau di posisi 5.861, naik 0,1% atau 4 poin dibandingkan posisi pada penutupan pada akhir pekan lalu di level 5.857.

Sebanyak 119 saham mengalami kenaikan harga, 379 saham yutun, 101 saham stagnan dan 290 saham belum ditransaksikan. Total nilai jual-beli saham di BEI tercatat sebesar Rp456 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 881 juta unit saham. Investor asing mencatatkan aksi jual saham bersih (net selling) senilai Rp6 miliar dengan volume pembelian saham bersih (net buying volume) sebanyak 3 juta unit saham.

Sebanyak tujuh dari 10 indeks sektoral BEI menghijau. Indeks sektor aneka industri mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 0,8% atau 10,59 poin ke posisi 1.338. Kemudian diikuti oleh indeks sektor properti dan indeks sektor manufaktur yang masing-masing meningkat 0,25% dan 0,19%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang harganya meningkat 2,7% atau Rp20 menjadi Rp755 per unit, saham PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) yang harganya terangkat 2,3% atau Rp60 menjadi Rp2.630 per unit dan saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang harganya naik 1% atau Rp20 menjadi Rp1.925 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang harganya turun 2,7% atau Rp80 menjadi Rp2.900 per unit, saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang harganya terpangkas 1,8% atau Rp25 menjadi Rp1.330 per unit dan saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang harganya susut 1,7% atau Rp175 menjadi Rp9.850 per unit. (Abraham Sihombing

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →