Pagi ini, IHSG Dibuka di Posisi 5.823

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 05 September 2017 - 09:56 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada level 5.823, meningkat 0,2% atau 9 poin pada sesi pertama perdagangan Selasa (05/09/2017) dibandingkan posisi pada penutupan kemarin di level 5.813.

Di awal sesi pertama perdagangan pagi ini, ada 22 saham mengalami kenaikan harga, 548 saham turun, 29 saham stagnan dan 542 saham belum ditransaksikan. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp18 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 11 juta unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual saham bersih (net selling) bernilai total Rp2 miliar.

Delapan dari 10 indeks sektoral BEI menghijau. Indeks sektor keuangan mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 0,45% atau 4,43 poin ke posisi 984. Kemudian diikuti oleh indeks sektor konsumer dan indeks sektor perdagangan yang masing-masing meningkat 0,33% dan 0,16%. Sementara itu, indeks sektor aneka industri mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 1,08% atau 14,25 poin ke posisi 1.303.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan dan menjadi top gainers adalah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya naik 1,8% atau Rp4 menjadi Rp232 per unit, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang harganya terangkat 1,7% atau Rp250 menjadi Rp15.125 per unit dan saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang harganya meningkat 1,5% atau Rp150 menjadi Rp10.300 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah saham PT Astra Agro Lestari Tbk (ASII) yang harganya terpangkas 0,6% atau Rp50 menjadi Rp7.700 per unit, saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya susut 0,6% atau Rp2 menjadi Rp358 per unit dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang harganya turun 0,4% atau Rp50 menjadi Rp13.000 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →