BRIN dan UNDIP Kembangkan Prediksi Hujan Ekstrem Berbasis AI untuk Mitigasi Banjir

Oleh : Candra Mata | Minggu, 05 Juli 2026 - 17:16 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Upaya memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi terus dilakukan melalui kolaborasi riset. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Diponegoro (UNDIP) mengembangkan model prediksi hujan ekstrem berbasis deep learning sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana banjir, khususnya di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan pemasangan Automatic Weather Station (AWS) di lingkungan Gedung Geofisika dan Geothermal, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP. Instalasi perangkat dilakukan dalam kunjungan penjajakan kerja sama antara Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN dengan FSM UNDIP.

Ketua Kelompok Riset Hidrometeorologi, Hidroklimatologi, dan Kejadian Ekstrem PRIMA BRIN, Eddy Hermawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian bertajuk Pengembangan Model Prediksi Hujan Ekstrem Berbasis Deep Learning untuk Mendukung Strategi Pengurangan Risiko Bencana Banjir.

"Kegiatan penelitian ini dipimpin oleh Dr. Teguh Harjana, M.Sc., dengan dukungan pendanaan dari Rumah Program Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian, Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) BRIN Tahun 2026," ujar Eddy, Jumat (3/7).

Menurutnya, penelitian ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin yang terdiri atas periset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA), Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber (PRKAKS), Pusat Riset Komputasi (PRK) BRIN, Departemen Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran, serta Departemen Fisika FSM UNDIP.

AWS yang dipasang memiliki kemampuan melakukan pengamatan meteorologi secara otomatis dan berkesinambungan. Perangkat ini merekam berbagai parameter cuaca dan iklim, seperti curah hujan, suhu udara, kelembapan, tekanan udara, radiasi matahari, kecepatan angin, hingga arah angin.

Data yang dihasilkan diharapkan mampu memperkuat jaringan observasi iklim nasional sekaligus menyediakan informasi cuaca lokal dengan tingkat akurasi tinggi untuk mendukung kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Data hasil pengamatan AWS akan menjadi sumber informasi penting dalam pengembangan model prediksi cuaca dan iklim, validasi data satelit maupun radar cuaca, serta analisis kejadian cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya," jelas Eddy.

Selain mendukung riset BRIN, data observasi tersebut juga akan dimanfaatkan oleh sivitas akademika FSM UNDIP untuk berbagai kebutuhan akademik, mulai dari penelitian tugas akhir, publikasi ilmiah, hingga pengembangan teknologi berbasis data iklim.

Kunjungan tim PRIMA BRIN disambut Guru Besar Departemen Fisika FSM UNDIP, Prof. Rahmat Gernowo, beserta jajaran. 

Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas, mencakup penelitian bersama, pertukaran data dan keahlian, pelibatan mahasiswa dalam kegiatan riset, publikasi ilmiah kolaboratif, hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang klimatologi, meteorologi, dan kecerdasan artifisial.

Kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung penanganan bencana serta memperkuat upaya adaptasi terhadap perubahan iklim melalui pemanfaatan teknologi dan data ilmiah.

"Melalui kolaborasi ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara institusi riset dan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional," kata Eddy.

Ia menambahkan, sinergi tersebut ditargetkan menghasilkan berbagai luaran strategis, di antaranya publikasi ilmiah bereputasi, prototipe sistem analisis dan prediksi cuaca berbasis kecerdasan artifisial, peningkatan kualitas data observasi iklim nasional, serta rekomendasi kebijakan berbasis sains untuk mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →