Mentan Amran Bangga Petani Muda Merauke Kuasai Drone, Produktivitas Padi Melonjak
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Hamparan sawah di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menjadi saksi perubahan wajah pertanian. Jika dulu sebagian besar pekerjaan dilakukan secara manual, kini generasi muda setempat mulai mengendalikan drone pertanian, rice transplanter, hingga combine harvester untuk mempercepat proses budidaya dan panen.
Perubahan itu mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat meninjau langsung kawasan pertanian tersebut.
Dalam kunjungan yang dikutip redaksi dari unggahan Instagram Kementerian Pertanian, Amran menyebut keberhasilan masyarakat lokal mengoperasikan teknologi modern merupakan hasil dari program pendampingan yang telah dimulai sejak tahun lalu.
"Ini melihat hasil teknologi yang kita terapkan tahun lalu. Alhamdulillah, hari ini sudah bisa dioperasikan sendiri oleh masyarakat lokal, masyarakat penduduk asli Kurik dan Semangga," ujar Amran.
Menurutnya, penerapan mekanisasi pertanian telah membawa dampak nyata terhadap peningkatan produksi. Indeks pertanaman mengalami kenaikan, produktivitas padi kini berada pada kisaran 4 hingga 7 ton per hektare, sementara pendapatan petani juga meningkat secara signifikan.
Transformasi tersebut, lanjut Amran, tidak hanya menghadirkan efisiensi dalam proses budidaya, tetapi juga membuka peluang lahirnya petani-petani modern dari tanah Papua yang mampu menguasai teknologi pertanian.
Salah seorang petani Kampung Waninggap Kai, Selfius, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari perubahan tersebut. Ia mengatakan, penggunaan drone kini mulai menjadi bagian dari aktivitas pertanian sehari-hari.
"Kami dari petani Waninggap Kai sudah menggunakan drone. Sekarang hampir semua kegiatan sudah memakai drone," kata Selfius.
Ia menjelaskan, para petani terlebih dahulu mengikuti pelatihan selama dua hari sebelum diberangkatkan ke Jakarta untuk memperoleh sertifikat pilot drone.
"Kurang lebih dua hari kami simulasi, kemudian kami diberangkatkan ke Jakarta untuk memperoleh sertifikat pilot drone. Selama dua bulan kami mengikuti pelatihan, dan hari ini akhirnya kami bisa membuktikan bahwa kami mampu menggunakan drone," ujarnya.
Selfius menambahkan, kelompok tani mereka kini juga telah menerima bantuan alat dan mesin pertanian berupa drone yang akan dimanfaatkan untuk mempercepat proses tanam di lahan pertanian.
"Terima kasih Pak Menteri. Jangan lupa balik lagi ke Merauke," ucapnya.
Pemanfaatan teknologi modern di sektor pertanian ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya di wilayah timur Indonesia.