Cara Pesan Saham IPO di Indonesia: Panduan Lengkap 2026

Oleh : Nina Karlita | Rabu, 24 Juni 2026 - 06:39 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

Penawaran Umum Perdana Saham atau IPO (Initial Public Offering) merupakan momen ketika perusahaan pertama kali menjual sahamnya ke publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Bagi investor, IPO menawarkan peluang untuk mendapatkan saham di harga perdana sebelum diperdagangkan secara luas di pasar sekunder.

Setiap tahun, puluhan perusahaan melantai di BEI. Pada 2025, tercatat 58 perusahaan yang melakukan IPO dengan total penghimpunan dana mencapai Rp30 triliun. Tren ini berlanjut di 2026 dengan semakin banyak perusahaan dari berbagai sektor yang go public.

Apa Itu Saham IPO?

IPO adalah proses perusahaan menawarkan sahamnya kepada publik untuk pertama kalinya. Setelah IPO, saham perusahaan akan dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Proses ini diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan transparansi dan perlindungan investor.

Syarat Pesan Saham IPO

Sebelum bisa ikut memesan saham IPO, Anda perlu memenuhi beberapa syarat berikut:

  • Memiliki rekening saham di sekuritas. Pastikan sekuritas Anda terdaftar sebagai penjamin emisi atau co-managing dalam IPO tersebut.
  • Memiliki dana yang cukup. Dana harus tersedia di rekening saham sebelum periode pemesanan ditutup.
  • Sudah menjadi nasabah reguler. Beberapa IPO mensyaratkan nasabah sudah terdaftar minimal 1-3 bulan sebelumnya.
  • Memahami prospektus. Bacalah prospektus ringkas dan prospektus lengkap sebelum memutuskan untuk ikut IPO.

Tahapan Proses IPO

Proses IPO di Indonesia melalui beberapa tahapan yang perlu dipahami investor:

1. Masa Penawaran Awal (Bookbuilding)

Pada tahap ini, perusahaan bersama penjamin emisi menentukan harga penawaran awal. Investor institusional dan ritel bisa memberikan minat beli (indication of interest) dalam periode ini. Harga yang terbentuk dari proses bookbuilding akan menjadi rentang harga penawaran.

2. Masa Penawaran Umum (Offering Period)

Ini adalah periode di mana investor ritel bisa memesan saham IPO. Biasanya berlangsung 3-5 hari kerja. Pemesanan dilakukan melalui sistem e-IPO atau melalui aplikasi sekuritas yang menjadi penjamin emisi.

3. Penjatahan (Allocation)

Setelah periode penawaran ditutup, perusahaan dan penjamin emisi akan melakukan penjatahan. Jika permintaan melebihi penawaran (oversubscribed), maka dilakukan proses penjatahan proporsional atau undian.

4. Pencatatan di BEI (Listing Day)

Saham resmi dicatatkan dan mulai diperdagangkan di BEI. Pada hari pertama perdagangan (listing day), saham IPO tidak memiliki batasan harga (auto reject) sehingga harga bisa bergerak sangat fluktuatif.

Cara Pesan Saham IPO Melalui e-IPO

e-IPO (electronic Indonesia Public Offering) adalah sistem resmi yang disediakan BEI untuk pemesanan saham IPO secara elektronik. Berikut langkah-langkahnya:

Langkah 1: Daftar di e-ipo.co.id

Buat akun di portal e-IPO dan lengkapi data diri. Proses registrasi memerlukan KTP, NPWP, dan data rekening efek.

Langkah 2: Pilih Saham IPO yang Diincar

Di dashboard e-IPO, Anda bisa melihat daftar perusahaan yang sedang atau akan melakukan IPO. Klik pada saham yang diminati untuk melihat detail penawaran, termasuk harga, jumlah saham yang ditawarkan, dan jadwal.

Langkah 3: Baca Prospektus

Sebelum memesan, baca prospektus ringkas yang tersedia di sistem e-IPO. Perhatikan informasi tentang profil perusahaan, risiko bisnis, penggunaan dana IPO, dan prospek ke depan.

Langkah 4: Lakukan Pemesanan

Masukkan jumlah lot saham yang ingin dipesan dan harga penawaran. Pastikan dana di rekening efek mencukupi. Konfirmasi pemesanan Anda.

Langkah 5: Tunggu Hasil Penjatahan

Setelah periode penawaran berakhir, cek hasil penjatahan di sistem e-IPO atau melalui sekuritas Anda. Jika pesanan dialokasikan, saham akan masuk ke portofolio pada hari pencatatan.

Tips Sukses Memesan Saham IPO

  • Riset fundamental perusahaan. Jangan asal ikut IPO karena hype. Pelajari laporan keuangan, prospek industri, dan rencana penggunaan dana.
  • Perhatikan track record penjamin emisi. IPO yang dijamin oleh sekuritas besar dan bereputasi cenderung lebih terpercaya.
  • Pesan di hari pertama penawaran. Jika Anda yakin dengan kualitas perusahaan, sebaiknya pesan di awal periode penawaran untuk memastikan kebagian alokasi.
  • Siapkan dana lebih. Sediakan dana lebih besar dari yang ingin dipesan karena alokasi IPO seringkali tidak full.
  • Tentukan strategi exit. Putuskan sebelumnya apakah Anda akan hold jangka panjang atau take profit di listing day.

Risiko Investasi Saham IPO

Meskipun menjanjikan, investasi saham IPO juga memiliki risiko yang perlu dipahami:

  • Risiko underperform. Tidak semua saham IPO mengalami kenaikan di hari pertama. Beberapa saham justru turun di bawah harga IPO (break IPO).
  • Risiko lock-up. Investor tertentu terikat periode lock-up di mana mereka tidak boleh menjual saham dalam jangka waktu tertentu.
  • Risiko likuiditas. Saham perusahaan kecil mungkin memiliki volume perdagangan yang rendah setelah IPO, menyulitkan penjualan.

Kesimpulan

Pesan saham IPO bisa menjadi strategi investasi yang menguntungkan jika dilakukan dengan riset yang matang. Pahami prosesnya, baca prospektus dengan teliti, dan jangan terburu-buru mengambil keputusan. Dengan persiapan yang tepat, Anda bisa memanfaatkan peluang IPO untuk membangun portofolio investasi yang solid.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →