RUPST SSIA Setujui Dividen Rp5 per Saham, Angkat Fentony sebagai Komisaris
INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp23,5 miliar atau setara Rp5 per saham kepada para pemegang saham.
Nilai tersebut berasal dari saldo laba ditahan Perseroan dan mencerminkan dividend yield sekitar 0,31% berdasarkan harga penutupan saham pada Jumat (19/6).
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris.
Salah satu agenda penting dalam rapat adalah pengangkatan Fentony sebagai Komisaris Perseroan yang efektif berlaku sejak penutupan rapat.
Sebelum bergabung dengan SSIA, Fentony diketahui menjabat sebagai Komisaris PT TCP Internusa.
Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaja, menyampaikan keyakinannya terhadap prospek usaha Perseroan sepanjang tahun ini.
Menurutnya, konversi penjualan pemasaran yang kuat dari kawasan industri Subang Smartpolitan menjadi pendapatan akan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan.
"Kami memperkirakan kinerja SSIA pada tahun 2026 akan didorong oleh konversi penjualan pemasaran (marketing sales) yang kuat dari Subang Smartpolitan menjadi pendapatan, yang didukung oleh berlanjutnya pemulihan yang solid pada segmen perhotelan seiring peningkatan kinerja operasional Paradisus by Meliá Bali sejak resmi beroperasi pada Februari tahun ini," ujar Johannes dalam RUPST Perseroan.
Pasca-RUPST, Perseroan menetapkan susunan Dewan Komisaris dan Direksi untuk periode 2026–2029. Hagianto Kumala menjabat sebagai Komisaris Utama (Independen), didampingi Crescento Hermawan sebagai Wakil Komisaris Utama.
Adapun jajaran komisaris lainnya terdiri atas Fentony, Frans Bedjo Wiantono, serta Komisaris Independen Irawan Chandra.
Sementara itu, jajaran Direksi dipimpin oleh Johannes Suriadjaja sebagai Presiden Direktur, dengan The Jok Tung sebagai Wakil Presiden Direktur. Dua posisi direktur lainnya ditempati Wilson Effendy dan Sonny Satia Negara.
Selain agenda tahunan, pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) juga memberikan persetujuan atas pelaksanaan Program Kepemilikan Saham oleh Manajemen dan Karyawan (Management and Employee Stock Ownership Program/MESOP).
Program tersebut akan dilaksanakan melalui penerbitan saham baru dengan jumlah maksimal kurang dari 5% dari total saham yang telah diterbitkan Perseroan saat ini.
Johannes menjelaskan bahwa program MESOP dirancang untuk memberikan insentif jangka panjang kepada talenta terbaik di lingkungan Grup SSIA.
"Program MESOP ini akan diberikan kepada seluruh individu berkinerja tinggi di lingkungan Grup SSIA, mulai dari tingkat manajer hingga jajaran eksekutif puncak (C-Level). Harga pelaksanaan akan mengikuti peraturan yang berlaku dan ditetapkan tidak kurang dari 90% dari rata-rata harga penutupan saham SSIA selama 25 Hari Bursa berturut-turut sebelum periode pelaksanaan," katanya.
Dari sisi operasional, SSIA membukukan kinerja yang menunjukkan pemulihan signifikan pada kuartal I-2026. Pendapatan Perseroan tumbuh 35% secara tahunan menjadi Rp1,446 triliun, menandai kembalinya perusahaan ke jalur pertumbuhan.
Segmen properti menjadi kontributor utama dengan lonjakan pendapatan sebesar 202,1% menjadi Rp494,9 miliar. Sementara itu, segmen perhotelan mencatat pertumbuhan 59,2% menjadi Rp162,5 miliar, ditopang peningkatan aktivitas operasional dan kontribusi hotel baru.
Di sisi lain, segmen konstruksi masih menghadapi tekanan pada awal tahun.
Perseroan menyebut periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri yang berlangsung pada Maret 2026 turut memengaruhi laju pelaksanaan proyek, pengakuan pendapatan, serta aktivitas pekerjaan dalam proses (work in progress), sehingga kinerja segmen ini masih relatif lebih rendah dibandingkan unit usaha lainnya.