INALUM Cetak Rekor Tertinggi dalam 50 Tahun, Laba dan Produksi Melonjak pada 2025

Oleh : Ridwan | Senin, 22 Juni 2026 - 16:10 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, mencatat sejarah baru dalam perjalanan perusahaan. Pada Tahun Buku 2025, INALUM membukukan kinerja keuangan dan operasional tertinggi sepanjang lebih dari 50 tahun berdiri.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Kantor INALUM, Gedung Energi, Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta.

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui sejumlah agenda, mulai dari pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian hingga perubahan susunan pengurus perseroan.

Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025 juga memperoleh opini wajar dalam semua hal yang material dari Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja, anggota Ernst & Young Global Limited.

Corporate Secretary PT INALUM Mahyaruddin A.R. mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil transformasi yang terus dilakukan perusahaan.

"Pencapaian Tahun Buku 2025 merupakan hasil dari konsistensi transformasi operasional, peningkatan efisiensi, serta kolaborasi seluruh insan INALUM dan dukungan Grup MIND ID. Kinerja terbaik sepanjang sejarah perusahaan ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan daya saing dan hilirisasi yang kami jalankan telah memberikan hasil yang nyata," ujarnya.

Sepanjang Tahun Buku 2025, INALUM mencatat pendapatan tumbuh sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong peningkatan volume penjualan serta membaiknya harga jual komoditas.

Tak hanya itu, laba bersih konsolidasian juga meningkat 15% secara year on year (yoy), sementara EBITDA tumbuh 17%.

Kinerja tersebut menjadi pencapaian keuangan terkuat yang pernah dicatatkan perusahaan sejak berdiri.

Dari sisi operasional, INALUM juga mencetak rekor produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah.

Produksi aluminium mencapai 280.082 metrik ton (mt) atau naik sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara penjualan menyentuh angka 280.141 mt atau meningkat sekitar 1% secara tahunan.

Capaian tersebut ditopang oleh penyelesaian proyek Pot Upgrading yang meningkatkan kapasitas produksi terpasang menjadi sekitar 274.000 ton per tahun.

Peningkatan kapasitas dilakukan melalui penguatan teknologi tungku reduksi menjadi arus 235 kA pada 170 tungku di Potline 2.

Selain mencatat kinerja bisnis positif, INALUM juga memperoleh Tingkat Kesehatan kategori "AA" dengan klasifikasi "Sehat".

Perusahaan juga memperoleh Final Rating idAA-/Stable dan Standalone Rating idA+(sa) dari PEFINDO.

Pada aspek tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG), tingkat pengadopsian prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) diproyeksikan meningkat menjadi 87,54% pada 2025 dari sebelumnya 81,01%.

Sepanjang 2025, INALUM juga menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Beberapa program yang direalisasikan antara lain pemberian beasiswa kepada 145 penerima, pelatihan bagi 110 guru, penanaman 15.000 pohon mangrove, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tiga lokasi, hingga penyaluran pendanaan bagi usaha mikro dan kecil.

RUPST Tetaplan Susunan Direksi Baru   RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan.   Susunan Direksi PT INALUM terbaru:   Direktur Utama: Melati Sarnita   Direktur Keuangan: Ken Permana   Direktur Operasi: Ivan Ermisyam   Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial: Arif Haendra   Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Bisnis: Kemal Sudiro   Dengan susunan baru tersebut, INALUM menargetkan dapat melanjutkan pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat hilirisasi aluminium nasional.
Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →