Mercy Francisca Sinaga Jadi Ketua Perempuan Pertama BritCham Indonesia
INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Kamar Dagang Inggris di Indonesia (BritCham Indonesia) mencatat sejarah baru dengan memilih Mercy Francisca Sinaga atau yang akrab disapa Cisca sebagai Ketua perempuan pertama dalam sejarah organisasi tersebut.
Keputusan itu ditetapkan dalam Rapat Umum Anggota Tahunan (Annual General Meeting/AGM) BritCham Indonesia 2026.
Cisca, yang saat ini menjabat sebagai Director, Chief Legal and Government Relations Officer di Prudential Indonesia, menggantikan Ian Betts yang sebelumnya memimpin BritCham Indonesia.
Penunjukan ini menjadi tonggak penting bagi organisasi yang telah berdiri lebih dari empat dekade sekaligus menandai semakin kuatnya peran perempuan dalam kepemimpinan dunia bisnis.
Momentum bersejarah tersebut hadir di tengah semakin eratnya hubungan strategis antara Inggris dan Indonesia, terutama setelah penandatanganan UK–Indonesia Strategic Partnership dan Economic Growth Partnership (EGP) pada awal tahun ini.
Terpilihnya Cisca tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi simbol kelanjutan transformasi BritCham Indonesia sebagai platform strategis untuk dialog bisnis, advokasi kebijakan, dan kolaborasi kelembagaan antara Inggris dan Indonesia.
Dalam setahun terakhir, BritCham Indonesia memperkuat perannya dalam mendukung hubungan bilateral kedua negara melalui keterlibatan aktif bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Department for Business and Trade, KADIN, pemerintah Indonesia, serta berbagai organisasi bisnis dan perusahaan anggota.
Di bawah kepemimpinan Ian Betts, BritCham berkembang dari organisasi keanggotaan tradisional menjadi wadah strategis yang menghubungkan sektor bisnis, pemerintah, akademisi, regulator, hingga pemimpin industri.
Dalam pesan terakhirnya sebagai Ketua, Ian Betts mengangkat tema “Only Connect”, sebuah filosofi yang menggambarkan peran BritCham sebagai penghubung antara negara, perusahaan, institusi, ide, sektor, dan masyarakat.
Sepanjang tahun terakhir, BritCham Indonesia aktif mendukung berbagai agenda penting yang berkaitan dengan hubungan ekonomi Inggris dan Indonesia. Organisasi ini terlibat dalam diskusi mengenai Economic Growth Partnership, berbagai dialog sektoral, serta pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan menteri, wakil menteri, duta besar, regulator, pelaku usaha, hingga akademisi.
BritCham juga berkontribusi dalam mendukung misi dagang Inggris dan kunjungan pejabat senior Inggris, khususnya pada sektor energi bersih, keamanan siber, jasa keuangan, kerja sama maritim, hingga investasi.
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah Maritime Partnership Programme bertajuk Building a Maritime Nation. Program tersebut mempertemukan pemangku kepentingan dari Inggris dan Indonesia untuk memperkuat kapasitas maritim, pengembangan keterampilan, kemitraan industri, dan kerja sama jangka panjang.
Inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan prioritas pembangunan nasional Indonesia sekaligus memperlihatkan kontribusi nyata keahlian Inggris dalam mendukung sektor strategis nasional.
Komitmen Perkuat Advokasi dan Iklim Investasi
Selain memperkuat hubungan bisnis, BritCham Indonesia juga aktif dalam berbagai konsultasi kebijakan publik. Fokus advokasi organisasi mencakup regulasi investasi, pengembangan industri, perpajakan, ketenagakerjaan, kesehatan, keberlanjutan, digitalisasi, implementasi halal, kawasan ekonomi khusus, hingga perizinan usaha.
Melalui kolaborasi dengan KADIN dan berbagai asosiasi bisnis nasional, BritCham berupaya memperkuat hubungan antarlembaga dan mendorong terciptanya iklim investasi yang lebih kompetitif dan inklusif.
Menanggapi penunjukan tersebut, Mercy Francisca Sinaga menyampaikan rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar sebagai perempuan pertama yang memimpin BritCham Indonesia.
"Saya berharap dapat melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun oleh para pendahulu saya dan bekerja sama erat dengan para anggota serta pemangku kepentingan untuk memajukan hubungan bisnis Inggris–Indonesia," ujar Cisca.
Sementara itu, Ian Betts menyampaikan keyakinannya bahwa BritCham akan terus berkembang di bawah kepemimpinan Cisca.
"Ibu Cisca membawa energi, semangat, dan komitmen yang besar dalam menjalankan peran ini. Beliau juga akan menjadi perempuan pertama yang memimpin BritCham Indonesia. Ini merupakan milestone yang signifikan dan patut disambut baik bagi Kamar Dagang ini," kata Ian.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste sekaligus Honorary President BritCham Indonesia, HMA Dominic Jermey CVO OBE, turut memberikan apresiasi atas terpilihnya Cisca sebagai Chairwoman pertama BritCham Indonesia.
Menurutnya, BritCham merupakan mitra strategis dalam memperkuat implementasi Kemitraan Strategis dan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi antara Inggris dan Indonesia.
Sebagai Director, Chief Legal and Government Relations Officer di Prudential Indonesia, Cisca berperan dalam mendukung tata kelola perusahaan, hubungan regulator, keterlibatan kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal kuat untuk memimpin BritCham Indonesia dalam menghadapi dinamika hubungan ekonomi dan perdagangan internasional yang semakin kompleks.
Fokus pada Talenta, Inklusi, dan Kepemimpinan Perempuan.