Menko Airlangga Dorong Ratifikasi IEU-CEPA, Jerman Siap Perluas Investasi dan Transfer Teknologi

Oleh : Hariyanto | Rabu, 17 Juni 2026 - 18:52 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kemitraan ekonomi di tengah upaya memperluas pasar ekspor dan menarik investasi berkualitas. Salah satu fokus utama yang didorong kedua negara adalah percepatan penyelesaian dan ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang ditargetkan rampung tahun ini.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan delegasi bisnis Jerman yang dipimpin Minister of State pada Federal Foreign Office Jerman Florian Hahn di Jakarta, Senin (15/6). Pertemuan itu merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan perdagangan dan investasi, pelaksanaan Joint Economic and Investment Committee (JEIC), hingga peluang kerja sama di sektor industri hijau dan pengembangan sumber daya manusia.

Menko Airlangga menilai penyelesaian IEU-CEPA menjadi agenda strategis yang harus segera dituntaskan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih cepat oleh kedua negara.

"Salah satu hal penting pada tahun ini adalah ratifikasi IEU-CEPA," ujar Menko Airlangga.

Kesepakatan perdagangan bebas tersebut diharapkan mampu menghapus tarif atas lebih dari 98% produk perdagangan. Langkah itu dipandang akan membuka ruang lebih besar bagi peningkatan ekspor Indonesia ke pasar Eropa sekaligus memperkuat arus investasi dari Jerman.

Dukungan terhadap penyelesaian IEU-CEPA juga datang dari Pemerintah Federal Jerman. Florian Hahn menyatakan optimistis proses ratifikasi dapat berjalan sesuai harapan.

"Indonesia adalah mitra yang luar biasa. Kami siap berbagi keahlian, inovasi, dan teknologi untuk mewujudkan investasi nyata, termasuk kolaborasi dengan Danantara di masa depan," ujar Hahn.

Menurut dia, perusahaan-perusahaan Jerman melihat Indonesia sebagai pasar dan mitra strategis yang menjanjikan, khususnya di sektor energi terbarukan, kesehatan, serta berbagai industri masa depan.

Selain investasi, dunia usaha Jerman juga menunjukkan minat memperluas kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan pengembangan tenaga kerja. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan pengalaman Jerman dalam mencetak tenaga kerja terampil dapat menjadi modal penting bagi agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional.

Program pelatihan bagi generasi muda dinilai akan menciptakan keuntungan bagi kedua negara, sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia di tengah kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkualitas.

Sebagai tindak lanjut, forum JEIC dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Jakarta. Forum tersebut akan digunakan untuk mematangkan berbagai langkah implementasi kerja sama ekonomi dan investasi kedua negara.

Menutup pertemuan, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas peran Jerman sebagai salah satu motor ekonomi Eropa. Ia berharap hubungan kedua negara tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan, tetapi juga mempercepat transformasi industri hijau, transfer teknologi, serta pengembangan industri masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Penguatan hubungan Indonesia-Jerman ini menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk membangun kemitraan ekonomi jangka panjang yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan daya saing industri.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →