Daftar Harga Komoditas Hari Ini 19 Juni 2026: CPO, Batubara, Timah, hingga Emas

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:15 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

Highlights

  • Daftar harga komoditas hari ini 19 Juni 2026 menunjukkan pergerakan bervariasi di pasar global.
  • CPO (minyak sawit) diperdagangkan di level Rp13.200/kg, naik tipis dari pekan lalu.
  • Harga emas mencapai USD3.380/oz, masih menjadi instrumen safe haven favorit investor.
  • Batubara dan timah mengalami koreksi moderat di tengah sentimen perlambatan ekonomi global.
  • Nikel dan minyak Brent relatif stabil menjelang kebijakan moneter bank sentral utama.

Daftar harga komoditas hari ini 19 Juni 2026 mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi kebijakan moneter, permintaan industri, dan sentimen geopolitik. Berikut update lengkap harga komoditas utama Indonesia dan dunia.

Daftar Isi

  1. Tabel Harga Komoditas Hari Ini
  2. Analisis Pergerakan Komoditas Utama
  3. Faktor yang Mempengaruhi Pasar Komoditas
  4. Outlook Komoditas Pekan Depan

Tabel Harga Komoditas Hari Ini

Komoditas Harga Perubahan
CPO (Crude Palm Oil) Rp13.200/kg +0,8%
Batubara (Newcastle) USD128,5/ton -1,2%
Timah (LME) USD32.450/ton -0,5%
Nikel (LME) USD15.820/ton +0,3%
Emas (Spot) USD3.380/oz +1,1%
Minyak Mentah Brent USD76,80/barel +0,4%

Analisis Pergerakan Komoditas Utama

CPO mengalami kenaikan tipis seiring meningkatnya permintaan dari India dan Tiongkok menjelang kuartal ketiga. Stok domestik yang terjaga turut menopang harga di level Rp13.200/kg. Sementara itu, batubara terkoreksi karena melemahnya permintaan dari sektor pembangkit listrik Eropa.

Emas terus melanjutkan tren bullish dengan mencapai USD3.380/oz. Ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed mendorong investor mengalihkan aset ke safe haven. Nikel dan timah bergerak tipis di tengah permintaan baterai EV yang belum optimal.

Faktor yang Mempengaruhi Pasar Komoditas

Tiga faktor utama menggerakkan pasar komoditas saat ini: kebijakan moneter bank sentral, dinamika permintaan dari Tiongkok, dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga pada kuartal keempat, yang berpotensi melemahkan dolar AS dan mendongkrak harga komoditas berdenominasi dolar.

Di sisi penawaran, cuaca El Niño masih berdampak pada produksi sawit di Indonesia dan Malaysia. Gangguan pasokan ini menjadi faktor pendukung kenaikan harga CPO dalam jangka pendek hingga menengah.

Outlook Komoditas Pekan Depan

Pekan depan, pasar akan mencermati data inflasi AS dan keputusan suku bunga ECB. Jika sentimen risk-on berlanjut, komoditas industri seperti nikel dan tembaga berpotensi menguat. Emas diprediksi tetap bertahan di atas USD3.300/oz seiring berlanjutnya permintaan defensif.

Baca Juga: Analisis Mendalam Pasar Komoditas Global 2026

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa yang menyebabkan harga emas terus naik?

Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan ketidakpastian geopolitik menjadi pendorong utama kenaikan harga emas.

Mengapa harga batubara turun hari ini?

Penurunan disebabkan oleh melemahnya permintaan dari Eropa dan meningkatnya penggunaan energi terbarukan.

Bagaimana prospek CPO ke depan?

Prospek CPO cukup positif dengan permintaan dari Asia yang terus tumbuh dan potensi gangguan pasokan akibat cuaca.

Di mana bisa memantau harga komoditas secara real-time?

Bisa melalui portal berita industri, platform trading, atau situs resmi bursa komoditas seperti ICDX dan LME.

Key Takeaways

  • CPO bertahan di Rp13.200/kg dengan sentimen positif dari permintaan Asia.
  • Emas mencapai USD3.380/oz, menjadi instrumen paling diminati pekan ini.
  • Batubara terkoreksi 1,2% akibat penurunan permintaan Eropa.
  • Kebijakan moneter The Fed dan ECB akan sangat menentukan arah pasar pekan depan.
  • El Niño berpotensi mengganggu pasokan CPO dan mendongkrak harga dalam jangka menengah.
Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →