7 Aset Investasi Selain Emas yang Wajib Dicoba di 2026

Oleh : Candra Mata | Rabu, 17 Juni 2026 - 04:00 WIB · 6 menit baca Baca versi lengkap →
Highlights
  • Emas bukan satu-satunya pilihan investasi, masih banyak aset lain yang potensial di 2026
  • Reksadana, obligasi, properti, dan saham blue chip jadi alternatif investasi yang layak dipertimbangkan
  • Diversifikasi portofolio adalah kunci mengurangi risiko dan memaksimalkan return jangka panjang
  • Tren investasi digital seperti P2P lending dan crypto juga makin populer di kalangan investor muda

Daftar Isi

Emas memang jadi pilihan investasi favorit banyak orang di Indonesia. Tapi kalau kalian cuma fokus ke emas aja, kalian bisa kehilangan peluang besar dari aset-aset lain yang potensinya gak kalah menarik. Di 2026, ada banyak pilihan investasi yang bisa kasih return lebih tinggi dari emas, tergantung profil risiko dan tujuan keuangan kalian.

Artikel ini bakal bahas 7 aset investasi selain emas yang wajib kalian pertimbangkan, mulai dari yang paling aman sampai yang paling agresif.

Kenapa Harus Cari Aset Selain Emas?

Emas memang safe haven yang stabil, tapi return-nya juga relatif moderat. Dalam 10 tahun terakhir, harga emas naik sekitar 80-100%. Bandingkan dengan saham blue chip IHSG yang naik lebih dari 150% di periode yang sama, atau reksadana saham yang bisa kasih return 15-20% per tahun.

Selain itu, emas tidak menghasilkan passive income. Kalian cuma untung kalau harga naik dan kalian jual. Berbeda dengan obligasi yang kasih kupon rutin, saham yang kasih dividen, atau properti yang kasih uang sewa. Makanya, diversifikasi portofolio itu penting banget.

Reksadana: Investasi Mudah untuk Pemula

Reksadana adalah wadah investasi yang menghimpun dana dari banyak investor untuk dikelola oleh manajer investasi profesional. Dana ini kemudian diinvestasikan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang.

Jenis-jenis Reksadana:

  • Reksadana Pasar Uang - Risiko paling rendah, return sekitar 4-6% per tahun. Cocok buat dana darurat atau investasi jangka pendek (kurang dari 1 tahun).
  • Reksadana Pendapatan Tetap - Risiko rendah-menengah, return sekitar 7-10% per tahun. Cocok buat investasi 1-3 tahun.
  • Reksadana Campuran - Risiko menengah, return sekitar 10-15% per tahun. Kombinasi saham dan obligasi.
  • Reksadana Saham - Risiko tinggi, return sekitar 15-20% per tahun. Cocok buat investasi jangka panjang (5 tahun lebih).

Keunggulan reksadana: bisa mulai dari Rp 10.000, dikelola profesional, dan bisa dicairkan kapan saja. Platform seperti Bareksa, Tokopedia Reksa Dana, dan Bibit memudahkan kalian beli reksadana secara online.

Obligasi: Investasi Aman dengan Return Pasti

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Saat kalian beli obligasi, artinya kalian meminjamkan uang dan akan mendapat bunga (kupon) secara rutin plus pengembalian pokok saat jatuh tempo.

Jenis Obligasi di Indonesia:

  • ORI (Obligasi Negara Ritel) - Diterbitkan pemerintah, risiko sangat rendah, kupon sekitar 5-7% per tahun. Bisa dibeli mulai Rp 1 juta.
  • Sukuk Ritel - Versi syariah dari ORI, return mirip tapi berbasis prinsip syariah.
  • Obligasi Korporasi - Diterbitkan perusahaan, kupon lebih tinggi (7-10%) tapi risiko juga lebih besar.

Keunggulan obligasi: return pasti dan rutin, risiko rendah (terutama ORI), dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Cocok buat kalian yang mau passive income dengan risiko minimal.

Properti: Aset Riil yang Terus Naik Nilainya

Properti adalah investasi jangka panjang yang paling tangible. Tanah dan bangunan terus naik nilainya seiring pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi. Di Indonesia, harga properti di kota-kota besar naik rata-rata 5-10% per tahun.

Pilihan Investasi Properti:

  • Rumah Tapak - Paling klasik, bisa disewakan atau dijual saat harga naik. Harga mulai dari Rp 200 juta di pinggiran kota besar.
  • Apartemen - Cocok untuk disewakan ke profesional muda. Return sewa sekitar 5-8% per tahun di lokasi strategis.
  • Ruko (Rumah Toko) - Bisa disewakan ke pelaku usaha, return sewa lebih tinggi (8-12%).
  • Tanah Kavling - Investasi paling simpel, beli tanah di area berkembang dan tunggu harga naik.
  • REITs (Real Estate Investment Trusts) - Investasi properti tanpa harus beli fisik properti. Bisa mulai dari Rp 100.000 melalui platform investasi.

Tips: Lokasi adalah segalanya dalam investasi properti. Pilih area yang dekat dengan akses transportasi umum, kawasan industri, atau pusat pendidikan.

Saham Blue Chip: Investasi Jangka Panjang

Saham blue chip adalah saham dari perusahaan besar yang sudah terbukti kinerjanya dan rutin membayar dividen. Di Indonesia, saham blue chip masuk dalam indeks LQ45 atau IDX30 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Contoh Saham Blue Chip Indonesia:

  • BBRI (Bank BRI) - Bank BUMN terbesar, dividen yield sekitar 4-5%
  • TLKM (Telkom Indonesia) - BUMN telekomunikasi, dividen yield 5-6%
  • UNVR (Unilever Indonesia) - Consumer goods, pertumbuhan stabil
  • ASII (Astra International) - Grup otomotif terbesar, dividen rutin
  • BMRI (Bank Mandiri) - Bank BUMN, laba terus tumbuh

Keunggulan saham blue chip: pertumbuhan harga jangka panjang yang solid, dividen rutin, dan likuiditas tinggi (mudah dibeli dan dijual). Cocok buat investasi 5-10 tahun lebih.

Aset Digital: P2P Lending dan Crypto

Peer-to-Peer (P2P) Lending

P2P lending adalah platform yang menghubungkan peminjam dengan pemberi pinjaman secara online. Sebagai lender, kalian bisa mendapat return 12-20% per tahun. Platform P2P lending yang terdaftar OJK seperti Amartha, Modalku, dan Investree sudah terbukti aman. Tapi tetap perhatikan risiko gagal bayar dan diversifikasikan pinjaman ke banyak borrower.

Cryptocurrency

Crypto seperti Bitcoin dan Ethereum adalah aset digital yang volatil tapi punya potensi return sangat tinggi. Dalam 5 tahun terakhir, Bitcoin naik lebih dari 300%. Tapi risikonya juga besar, harga bisa turun 50% dalam waktu singkat. Cocok buat kalian yang tahan banting secara psikologis dan siap dengan volatilitas. Di Indonesia, crypto sudah dilegalkan sebagai komoditas yang bisa diperdagangkan melalui exchange terdaftar Bappebti.

Tips Investasi Aset Digital:

  • Alokasi maksimal 10-20% dari total portofolio
  • Hanya investasi uang yang siap hilang
  • Pilih exchange yang terdaftar resmi
  • Lakukan Dollar Cost Averaging (DCA) - beli rutin setiap bulan

Baca Juga:

FAQ Seputar Investasi Selain Emas

Aset investasi mana yang paling aman selain emas?

Obligasi negara (ORI/Sukuk Ritel) adalah yang paling aman karena dijamin pemerintah. Reksadana pasar uang juga sangat aman dan bisa dicairkan kapan saja. Keduanya cocok buat kalian yang profil risikonya konservatif.

Berapa minimal investasi reksadana?

Reksadana bisa dimulai dari Rp 10.000 melalui platform digital seperti Bareksa, Bibit, atau Tokopedia Reksa Dana. Ini menjadikan reksadana salah satu investasi paling terjangkau untuk pemula.

Apakah investasi crypto aman di Indonesia?

Crypto di Indonesia sudah dilegalkan sebagai komoditas oleh Bappebti. Selama kalian menggunakan exchange yang terdaftar resmi seperti Indodax atau Tokocrypto, investasi crypto relatif aman dari sisi regulasi. Tapi harga crypto tetap sangat volatil, jadi alokasi maksimal 10-20% dari portofolio.

Bagaimana cara diversifikasi portofolio investasi?

Prinsip dasar diversifikasi: jangan taruh semua telur dalam satu keranjang. Contoh alokasi portofolio seimbang: 30% reksadana saham, 25% obligasi, 20% emas, 15% properti/REITs, dan 10% aset digital. Sesuaikan persentase dengan profil risiko dan tujuan keuangan kalian.

Key Takeaways

  • Emas bagus, tapi diversifikasi ke aset lain bisa kasih return lebih tinggi
  • Reksadana adalah investasi paling mudah untuk pemula, mulai dari Rp 10.000
  • Obligasi negara (ORI) paling aman dengan kupon rutin 5-7% per tahun
  • Properti dan saham blue chip cocok untuk investasi jangka panjang
  • P2P lending dan crypto bisa jadi peluang return tinggi, tapi risikonya juga besar
  • Kunci sukses investasi: diversifikasi, konsisten, dan sabar
Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →