IPO INACO 2026: Harga Saham, Kinerja Keuangan, dan Detail Lengkapnya

Oleh : Candra Mata | Minggu, 14 Juni 2026 - 20:12 WIB · 6 menit baca Baca versi lengkap →
Highlights
  • PT Niramas Utama Tbk (INACO) melaksanakan IPO dengan menawarkan 350 juta saham baru atau 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor.
  • Harga penawaran IPO INACO berkisar antara Rp900 hingga Rp1.120 per saham, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp392 miliar.
  • Saham INACO direncanakan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.
  • Pada tahun 2025, INACO mencatat penjualan sebesar Rp753 miliar dengan laba bersih Rp39 miliar atau EPS Rp39,02 per saham.
  • Dana IPO akan digunakan untuk ekspansi kapasitas produksi gummy candy dan pelunasan utang bank.

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Produsen makanan dan minuman penutup PT Niramas Utama Tbk yang dikenal dengan brand INACO resmi melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham biasa kepada masyarakat, atau setara dengan 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

INACO dikenal luas sebagai produsen berbagai produk makanan penutup seperti agar-agar, puding, jelly, dan gummy candy yang telah beredar di pasar domestik maupun ekspor. Dengan harga penawaran berkisar Rp900 hingga Rp1.120 per saham, IPO ini berpotensi menghimpun dana hingga Rp392 miliar.

Daftar Isi

Profil Perusahaan INACO

PT Niramas Utama Tbk berkedudukan di Bekasi, Jawa Barat, dengan kegiatan usaha utama bergerak di bidang industri makanan dan minuman penutup. Perseroan telah memiliki empat lokasi pabrik yang tersebar di Indonesia:

  • Pabrik Bekasi: Jl. Bekasi Tambun KM.39.5, Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat
  • Pabrik Pontianak: Jl. 28 Oktober, Siantan Hulu, Kec. Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat
  • Pabrik Pandaan: Jl. Randupitu-Gunung Gangsir No.13, Kulak Nogosari, Kec. Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur
  • Pabrik Sukabumi: Jl. Pelabuhan II No.150, Warudoyong, Kec. Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat

Produk-produk INACO meliputi agar-agar, puding, jelly, dan gummy candy yang telah dipasarkan baik secara domestik maupun internasional. Dengan jaringan distribusi yang luas dan brand awareness yang kuat, INACO menjadi salah satu pemain utama di segmen makanan penutup di Indonesia.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Ekspor Barang ke Luar Negeri

Detail IPO INACO

Berikut adalah informasi lengkap mengenai IPO INACO yang perlu diketahui calon investor:

Keterangan Detail
Nama Perusahaan PT Niramas Utama Tbk
Kode Saham INACO
Jumlah Saham Ditawarkan 350.000.000 saham (25,93%)
Harga Penawaran Rp900 - Rp1.120 per saham
Nilai Nominal Rp100 per saham
Total Dana IPO Maksimal Rp392 miliar
Penjamin Pelaksana PT Sucor Sekuritas

Jadwal IPO INACO:

Tahapan Tanggal
Masa Penawaran Awal (Book Building) 15 - 22 Juni 2026
Tanggal Efektif OJK 29 Juni 2026
Masa Penawaran Umum 1 - 3 Juli 2026
Tanggal Penjatahan 3 Juli 2026
Tanggal Distribusi Saham 6 Juli 2026
Pencatatan di BEI 7 Juli 2026

Seluruh saham yang ditawarkan dalam IPO ini merupakan saham baru yang diterbitkan dari portepel Perseroan. Saham-saham tersebut memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas pembagian dividen, hak suara dalam RUPS, dan hak pemesanan efek terlebih dahulu.

Kinerja Keuangan INACO

Berikut adalah ringkasan laporan keuangan konsolidasian Perseroan berdasarkan prospektus IPO:

Laporan Laba Rugi (dalam Miliar Rupiah):

Keterangan 2025 2024 2023
Penjualan Rp753,1 M Rp788,4 M Rp838,9 M
Beban Pokok Penjualan Rp(462,3) M Rp(528,8) M Rp(592,7) M
Laba Bruto Rp290,8 M Rp259,6 M Rp246,3 M
Laba Sebelum Pajak Rp51,7 M Rp20,2 M Rp6,6 M
Laba Bersih Rp39,0 M Rp11,6 M Rp1,7 M
EPS (Laba Per Saham) Rp39,02 Rp12,92 Rp2,40

Posisi Keuangan (dalam Miliar Rupiah):

Keterangan 2025 2024
Total Aset Rp552,1 M Rp522,6 M
Total Liabilitas Rp406,6 M Rp404,1 M
Total Ekuitas Rp145,5 M Rp118,5 M

Baca Juga: 5 Motor Listrik Murah 2026, Harga Mulai Rp 10 Jutaan

Penggunaan Dana IPO

Seluruh dana yang diperoleh dari IPO INACO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dialokasikan untuk empat kebutuhan utama:

1. Penyertaan Modal ke PT NPS (51,04%)

Sekitar 51,04% dana IPO akan digunakan untuk penyertaan modal kepada perusahaan anak, yaitu PT NPS, dalam bentuk ekuitas. Dana tersebut selanjutnya akan digunakan oleh PT NPS untuk belanja modal, termasuk pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi serta peralatan. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly guna mendukung peningkatan permintaan domestik dan ekspor.

2. Belanja Modal Logistik (18,36%)

Sekitar 18,36% akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka pembelian mesin yang terdiri dari pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi, peralatan dan perlengkapan, guna meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan mempercepat proses logistik.

3. Pelunasan Utang Bank (10,63%)

Sekitar 10,63% akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang jangka pendek KMK 1 dan KMK 2 kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Total pokok pinjaman per 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp94 miliar, dan setelah pembayaran, saldo kewajiban akan menjadi Rp54 miliar.

4. Modal Kerja (19,97%)

Sisanya sekitar 19,97% akan digunakan sebagai modal kerja, meliputi pembelian bahan baku, pembayaran biaya operasional, serta kegiatan pemasaran guna mendukung peningkatan aktivitas operasional dan pertumbuhan usaha Perseroan.

Struktur Pemegang Saham

Sebelum IPO:

Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase
PT Niramas Utama International 998.000.000 99,80%
Sadikun Wiratno 2.000.000 0,20%
Total 1.000.000.000 100,00%

Setelah IPO (Proforma):

Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase
PT Niramas Utama International 998.000.000 73,92%
Sadikun Wiratno 2.000.000 0,15%
Masyarakat (IPO) 350.000.000 25,93%
Total 1.350.000.000 100,00%

Total saham yang akan dicatatkan di BEI adalah sebanyak 1,35 miliar saham, atau 100% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Baca Juga: APK Penghasil Uang Langsung ke DANA Gopay Trending Juni 2026: Apa Aja Risikonya?

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa itu IPO INACO?

IPO INACO adalah Penawaran Umum Perdana Saham yang dilakukan oleh PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman penutup dengan brand INACO. Perseroan menawarkan 350 juta saham baru dengan harga Rp900 - Rp1.120 per saham.

Kapan saham INACO dicatatkan di BEI?

Saham INACO direncanakan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 7 Juli 2026, setelah melalui masa penawaran umum pada 1-3 Juli 2026.

Berapa harga IPO INACO?

Harga penawaran IPO INACO berkisar antara Rp900 hingga Rp1.120 per saham, dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Berapa laba bersih INACO pada tahun 2025?

Pada tahun 2025, INACO mencatat laba bersih sebesar Rp39 miliar atau Rp39,02 per saham.

Apa saja produk INACO?

Produk INACO meliputi agar-agar, puding, jelly, dan gummy candy yang dipasarkan baik secara domestik maupun ekspor. Perseroan memiliki empat pabrik yang tersebar di Bekasi, Pontianak, Pandaan (Jawa Timur), dan Sukabumi.

Siapa penjamin pelaksana emisi IPO INACO?

Penjamin Pelaksana Emisi Efek untuk IPO INACO adalah PT Sucor Sekuritas, yang menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap seluruh saham yang ditawarkan.

Berapa total dana yang dihimpun dari IPO INACO?

Total dana yang dihimpun dari IPO INACO mencapai maksimal Rp392 miliar, yang berasal dari penawaran 350 juta saham dengan harga Rp900 - Rp1.120 per saham.

Key Takeaways
  • Jumlah Saham IPO: 350 juta saham baru (25,93%) dengan harga Rp900 - Rp1.120 per saham
  • Total Dana IPO: Maksimal Rp392 miliar untuk ekspansi produksi dan pelunasan utang
  • Tanggal Pencatatan: Saham INACO dicatatkan di BEI pada 7 Juli 2026
  • Kinerja Keuangan 2025: Penjualan Rp753 miliar, laba bersih Rp39 miliar (EPS Rp39,02)
  • Penggunaan Dana: 51% untuk ekspansi gummy candy, 18% logistik, 11% pelunasan utang, 20% modal kerja
Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →