Geleng-Geleng! 200 Ribu Anak Terjerat Judi Online, Menkomdigi Meutya Hafid: Keluarga Jadi Benteng Terakhir Selamatkan Generasi

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 14 Mei 2026 - 09:17 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Medan - Hampir 200 ribu anak Indonesia, termasuk 80 ribu di bawah usia 10 tahun, terpapar judi online. 

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyerukan seluruh masyarakat sebagai benteng utama pencegahan ancaman ini yang hancurkan masa depan bangsa.

Ancaman Serius bagi Anak dan Keluarga

Meutya Hafid mengungkap angka mencengangkan tersebut dalam acara "Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol" di Medan. Judi online disebutnya bukan hiburan, melainkan scam yang rugikan pemain jangka panjang, picu kekerasan rumah tangga, dan rusak ekonomi keluarga.

“Judi online hancurkan segalanya: uang habis, rumah tangga retak, anak kehilangan masa depan. Kita semua harus jadi garda edukasi dan lindungi anak dari praktik ilegal ini,” tegasnya.

Upaya Pemerintah dan Ajakan Bersama

Kemkomdigi gencar blokir situs judi, tapi Meutya tekankan literasi digital dan kesadaran masyarakat lebih krusial. Ia minta dukungan Polri, PPATK, OJK, perbankan, serta platform seperti TikTok dan Instagram untuk turunkan iklan agresif judi online.

Perempuan dan anak jadi korban tak langsung terbesar, dengan cerita pilu suami kecanduan hingga rumah tangga porak-poranda.

Seruan Mendesak: Tolak Judol, Jaga Masa Depan

“Para ibu, tokoh agama, komunitas—jadilah benteng rumah pertama! Tolak judi online, selamatkan anak kita!” seru Meutya, menekankan peran keluarga strategis cegah situs baru bermunculan.

Pemberantasan lintas sektor kini prioritas, agar Indonesia bebas judi online demi generasi emas yang aman.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →