Pre-Event BPA Fair 2026 Ramaikan Car Free Day GBK, Target Lelang Rp100 Miliar

Oleh : Nina Karlita | Minggu, 10 Mei 2026 - 17:55 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung menggelar Pre-Event BPA Fair 2026 dalam rangkaian Road to BPA Fair pada Minggu (10/5/2026) di Pintu 6 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. 
Kegiatan ini menjadi ajang sosialisasi terbuka kepada masyarakat sebelum acara puncak BPA Fair yang akan berlangsung pada 18–21 Mei 2026.

Kepala BPA Kejaksaan Agung, Dr. Kuntadi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa momentum Car Free Day dipilih karena menjadi ruang publik yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana santai dan interaktif.

“BPA sudah hadir sejak dua tahun lalu dan telah melakukan banyak penjualan barang. Namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan maupun fungsi Badan Pemulihan Aset. Melalui kegiatan ini kami ingin lebih membuka diri kepada publik,” ujar Kuntadi.

Penyelenggaraan BPA Fair 2026 tidak hanya bertujuan memperkenalkan mekanisme lelang barang rampasan negara, tetapi juga mempercepat pemulihan kerugian negara serta pengembalian hak korban dari hasil tindak pidana.

Dalam kegiatan pre-event ini, pengunjung dapat melihat langsung sejumlah barang yang akan dilelang, memahami proses lelang, hingga membuat akun lelang secara langsung (on the spot) dengan pendampingan petugas dan fasilitas komputer yang tersedia.

Jenis barang yang akan dilelang cukup beragam, mulai dari kendaraan bermotor, tas bermerek, perhiasan, hingga logam mulia bernilai tinggi. Seluruh aset telah melalui proses kurasi untuk memastikan kualitas dan relevansi bagi calon peserta lelang.

“Kami menghadirkan aktivitas yang ringan dan fun agar masyarakat lebih dekat dengan Kejaksaan, khususnya BPA,” tambah Kuntadi.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjasama Pemulihan Aset dan Dukungan Teknis BPA sekaligus Wakil Ketua Panitia BPA Fair 2026, Baringin, S.H., M.H., menjelaskan bahwa BPA Fair merupakan bagian dari strategi transparansi pengelolaan barang rampasan negara.

Menurutnya, barang bukti yang telah inkracht dan siap dilelang memiliki nilai ekonomi signifikan. Oleh karena itu, prosesnya harus berlangsung transparan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang peran dan fungsi BPA.

Pada penyelenggaraan tahun ini, BPA menargetkan nilai transaksi lelang mencapai Rp100 miliar. Secara keseluruhan, target pemulihan aset negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada 2026 diproyeksikan menembus lebih dari Rp2 triliun.

“Harapan kami pemulihan aset bisa di atas Rp2 triliun untuk dikembalikan kepada negara melalui PNBP,” tegas Baringin.

Masyarakat yang ingin mengikuti lelang dapat mengakses katalog resmi melalui situs bpafair.com.
Proses registrasi dan pelaksanaan lelang dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI melalui platform lelang.go.id.

BPA Fair 2026 merupakan kolaborasi antara BPA Kejaksaan RI dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang melibatkan Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank Syariah Indonesia.

Panitia juga membuka layanan contact center di nomor 0811-8119-1111 untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala selama proses registrasi maupun pelaksanaan lelang.

Dengan digelarnya Pre-Event BPA Fair 2026 di Car Free Day GBK, Kejaksaan RI berharap masyarakat semakin memahami peran strategis BPA dalam pemulihan aset negara serta berpartisipasi aktif dalam proses lelang yang transparan dan akuntabel.
 

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →