Blue Bird Tancap Gas di Awal 2026, Pendapatan Naik 11,6% Jadi Rp1,45 Triliun

Oleh : Hariyanto | Senin, 04 Mei 2026 - 17:27 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Emiten transportasi PT Blue Bird Tbk membuka tahun 2026 dengan kinerja yang solid di tengah tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat. Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,45 triliun atau tumbuh 11,6% secara tahunan, ditopang oleh pemulihan permintaan transportasi dan penguatan kanal digital.

Di sisi profitabilitas, Blue Bird mencatat EBITDA sebesar Rp341,8 miliar, sementara laba bersih mencapai Rp157 miliar. Kinerja ini menegaskan kemampuan perseroan menjaga efisiensi operasional di tengah persaingan industri transportasi yang semakin ketat dan beragamnya pilihan mobilitas.

Kontributor utama pertumbuhan datang dari lini bisnis taksi yang mencatat kenaikan pendapatan 12% secara tahunan. Capaian ini menunjukkan bahwa model bisnis taksi konvensional Blue Bird masih memiliki daya tahan kuat, terutama dengan strategi menjaga kualitas layanan dan kesiapan armada.

Direktur Utama Adrianto Djokosoetono mengatakan, pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas layanan di tengah pola mobilitas masyarakat yang terus berubah.

“Kami terus menjaga layanan tetap konsisten dengan memastikan armada selalu siap, kualitas layanan tetap terjaga, serta memanfaatkan teknologi untuk memastikan layanan lebih mudah diakses,” ujar Adrianto dalam keterangan resmi, Senin (5/5).

Transformasi digital juga menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan. Pengguna aplikasi MyBluebird meningkat 22,4% secara tahunan, sementara penggunaan fitur fixed price melonjak 29,2%. Tren ini memperlihatkan perubahan perilaku pelanggan yang semakin mengandalkan kanal digital untuk kebutuhan transportasi harian.

Tak hanya itu, Blue Bird juga mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk memetakan pola permintaan secara lebih presisi, mulai dari lokasi, momentum aktivitas masyarakat, hingga jam operasional. Strategi ini dinilai membantu meningkatkan utilisasi armada sekaligus menekan potensi idle capacity.

Momentum musiman turut menjadi katalis. Pada periode Lebaran 2026, perseroan mencatat performa operasional yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, seiring tingginya arus mudik dan lonjakan mobilitas selama libur panjang. Untuk menangkap peluang tersebut, Blue Bird memperluas jaringan layanan dengan menambah titik pangkalan yang secara total tumbuh sekitar 43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi ekspansi bisnis, Blue Bird melanjutkan penetrasi kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Perseroan memperluas operasional armada listrik di Bandung dan Bali untuk memperkuat positioning di segmen transportasi ramah lingkungan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya diversifikasi model bisnis di tengah tren transisi energi dan meningkatnya perhatian terhadap aspek keberlanjutan di sektor transportasi.

Selain ekspansi armada, perusahaan juga memperkuat aspek sumber daya manusia dengan menjaga kesejahteraan pengemudi melalui skema pendapatan kompetitif dan program apresiasi. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga retensi pengemudi di tengah ketatnya persaingan perekrutan mitra pengemudi di industri ride-hailing.

Adrianto menegaskan, fokus perseroan sepanjang tahun ini adalah menjaga momentum pertumbuhan dengan mengoptimalkan kesiapan armada, memperluas akses layanan, dan meningkatkan produktivitas operasional.

“Sepanjang 2026, fokus kami adalah menjaga momentum pertumbuhan dengan terus memperkuat keandalan layanan melalui kesiapan armada, perluasan akses pelanggan, dan produktivitas operasional yang semakin baik. Dengan struktur bisnis yang semakin solid, kami optimis dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutupnya.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →