PDG Tambah Kampus Data Center di Bekasi, Kapasitas Indonesia Tembus 400 MW
INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Ekspansi infrastruktur digital di Indonesia terus bergulir seiring meningkatnya kebutuhan komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI). Princeton Digital Group (PDG), operator pusat data hyperscale asal Asia, memperkuat pijakannya di Indonesia melalui akuisisi lahan baru di kawasan Jabodetabek untuk pengembangan kampus pusat data terbaru, JC4.
Langkah ini menambah total portofolio kapasitas PDG di Indonesia menjadi 400 megawatt (MW), menjadikan perusahaan semakin agresif menangkap peluang di pasar infrastruktur digital yang tengah bertumbuh pesat di Asia Tenggara.
Kampus JC4 berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Kabupaten Bekasi, dengan luas lahan mencapai 106.217 meter persegi. Fasilitas ini akan terdiri dari empat bangunan pusat data dengan kapasitas masing-masing 60 MW atau total 240 MW. Proyek konstruksi pun telah dimulai.
Lokasi JC4 hanya berjarak sekitar 1,7 kilometer dari kampus JC3 yang lebih dulu dikembangkan PDG. Kedekatan tersebut dinilai strategis karena memungkinkan integrasi infrastruktur daya dan konektivitas, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat keandalan layanan.
Chairman, CEO, dan Co-Founder PDG, Rangu Salgame, mengatakan ekspansi ini menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan pelanggan hyperscale terhadap kemampuan eksekusi perusahaan di berbagai pasar Asia.
“Ekspansi ini mencerminkan kepercayaan dan keyakinan berkelanjutan dari para pelanggan hyperscale kami terhadap PDG, yang dibangun atas rekam jejak kami dalam menghadirkan eksekusi yang konsisten di berbagai pasar,” ujar Rangu dalam keterangan resminya, Rabu (30/4).
Menurut dia, Indonesia tetap menjadi salah satu pasar strategis dalam pengembangan infrastruktur digital regional, terutama di tengah lonjakan kebutuhan cloud computing dan AI.
“Indonesia tetap menjadi pasar kunci untuk infrastruktur digital di kawasan ini, dan JC4 memperkuat portofolio kami yang telah ada untuk menghadirkan kapasitas yang andal dan dapat diperluas guna mendukung beban kerja cloud dan AI,” lanjutnya.
General Manager Indonesia PDG, Frederic Daniel van Husen, menambahkan pembangunan JC4 menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung transformasi digital nasional.
“Kampus JC4 mencerminkan komitmen jangka panjang kami terhadap Indonesia serta peran kami dalam mendukung pertumbuhan digital nasional,” kata Frederic.
Ia menegaskan, selain memperluas kapasitas, perusahaan juga tetap menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian dari strategi operasional. PDG telah menerapkan sejumlah inisiatif seperti penggunaan panel surya di lokasi operasional dan program pengelolaan refrigeran guna menekan dampak lingkungan.
“Selain menghadirkan infrastruktur yang tangguh, kami juga berfokus untuk menerapkan praktik operasional yang bertanggung jawab di seluruh kampus kami, serta bekerja sama erat dengan mitra dan pemangku kepentingan lokal untuk memastikan eksekusi yang konsisten dan berkualitas tinggi di lapangan,” imbuhnya.
Secara regional, PDG saat ini mengoperasikan dan mengembangkan pusat data hyperscale di tujuh negara Asia dengan total portofolio lebih dari 1,8 gigawatt (GW). Ekspansi di Indonesia menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kapasitas digital di pasar-pasar utama yang tengah mengalami akselerasi transformasi teknologi.