MTDL Tancap Gas di Awal 2026, Pendapatan Melonjak 21,4% ke Rp6,7 Triliun

Oleh : Hariyanto | Senin, 04 Mei 2026 - 11:24 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kinerja PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) melesat pada kuartal I-2026. Emiten teknologi informasi ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,7 triliun atau tumbuh 21,4% secara tahunan (year on year/YoY), di tengah dinamika industri teknologi yang masih dibayangi tantangan rantai pasok dan ketidakpastian geopolitik global.

Sejalan dengan pertumbuhan topline, laba bersih perseroan juga tercatat solid dengan capaian Rp158,9 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. Performa tersebut ditopang oleh dua lini bisnis utama Metrodata, yakni distribusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta layanan solusi dan konsultasi digital.

Kontributor terbesar pertumbuhan masih datang dari lini distribusi TIK. Unit bisnis ini mencatatkan kenaikan pendapatan 23,8% YoY, didorong oleh tingginya permintaan produk notebook dan smartphone yang tetap menjadi tulang punggung penjualan perseroan.

Segmen telekomunikasi, khususnya smartphone, menjadi motor penggerak utama dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 45,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan daya tahan konsumsi perangkat digital di tengah tekanan harga dan pasokan produk yang masih ketat.

Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja mengatakan, peningkatan aktivitas pembelian di tingkat dealer menjadi faktor utama yang menopang bisnis distribusi perseroan.

“Peningkatan aktivitas pembelian di tingkat dealer di tengah ketatnya ketersediaan produk dan kenaikan harga baik dari notebook dan smartphone telah membuat unit bisnis Distribusi tetap menjadi mesin pertumbuhan pendapatan utama Perseroan,” ujar Susanto. 

Di sisi lain, lini bisnis solusi dan konsultasi digital juga tetap mencatatkan pertumbuhan positif, meski lebih moderat. Pendapatan dari segmen ini naik 7,2% YoY, didukung oleh meningkatnya permintaan layanan digital dari sektor jasa keuangan dan telekomunikasi.

Permintaan dari industri jasa keuangan tercatat tumbuh 10,9% YoY, sementara sektor telekomunikasi naik 8,8% YoY. Tren ini mencerminkan akselerasi transformasi digital di sektor-sektor strategis yang masih terus berlangsung.

Metrodata juga memperkuat kualitas pendapatannya melalui ekspansi recurring income atau pendapatan berulang. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga kestabilan arus kas di tengah tingginya volatilitas pasar.

Hingga akhir kuartal I-2026, kontribusi pendapatan berulang dari unit solusi dan konsultasi telah mencapai 60,5% dari total pendapatan segmen tersebut, tumbuh 39,5% YoY. Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja delapan pilar solusi digital perseroan, terutama layanan cloud, managed services, dan digital business platform.

Langkah memperbesar recurring income menjadi salah satu strategi defensif Metrodata untuk meredam dampak ketidakpastian eksternal yang masih membayangi industri teknologi.

Meski demikian, manajemen mengakui bahwa tantangan bisnis ke depan tidak ringan. Risiko geopolitik global yang meningkat, keterbatasan rantai pasok, volatilitas harga, hingga terbatasnya visibilitas permintaan menjadi faktor yang terus dicermati.

“Meningkatnya risiko geopolitik, keterbatasan rantai pasok, ketidakpastian harga, serta visibilitas permintaan yang terbatas menjadi tantangan nyata di depan mata. Menghadapi kondisi tersebut, MTDL memilih untuk mengeksekusi strategi dengan cara menjaga pangsa pasar, serta memanfaatkan model bisnis, produk dan solusi yang terdiversifikasi untuk mempertahankan pertumbuhan dengan penuh kehati-hatian,” kata Susanto.

Dengan kombinasi bisnis distribusi yang agresif dan solusi digital yang semakin stabil, Metrodata menempatkan diri pada posisi yang cukup kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah lanskap industri teknologi yang semakin kompetitif dan penuh tekanan eksternal.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →