Perbaikan Jalan Gombel Lama Dimulai, Akses Logistik Semarang Dialihkan

Oleh : Hariyanto | Rabu, 22 April 2026 - 10:57 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menggarap perbaikan Jalan Gombel Lama di Semarang pada 20 April 2026, seiring meningkatnya urgensi penanganan infrastruktur di kawasan dengan risiko geologi tinggi. Proyek ini diproyeksikan berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat di salah satu koridor vital Jawa Tengah.

Selama masa konstruksi, arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Gombel Baru atau Jalan Setiabudi. Penutupan total ruas lama dinilai tak terhindarkan mengingat pekerjaan mencakup pembongkaran menyeluruh, khususnya di titik-titik rawan longsor.

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa keberlanjutan konektivitas menjadi faktor kunci dalam menopang aktivitas ekonomi daerah. “Konektivitas jalan dan jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah,” ujarnya.

Pekerjaan sepanjang 1,27 kilometer ini ditargetkan rampung dalam tujuh bulan. Intervensi dilakukan setelah sebagian ruas mengalami penurunan kualitas struktur, termasuk kerusakan perkerasan jalan dan potensi longsor akibat kondisi tanah yang labil.

Kepala BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta Moch Iqbal Tamher menjelaskan bahwa proyek ini tidak sekadar tambal sulam, melainkan rekonstruksi menyeluruh di titik kritis. “Kondisi geologi di kawasan Gombel tergolong labil dan rawan pergerakan tanah, sehingga membutuhkan penanganan khusus,” katanya. Ia menambahkan, penguatan struktur dilakukan dengan bore pile hingga kedalaman 28 meter serta mini pile pada badan jalan.

Selain itu, peningkatan kualitas perkerasan dilakukan melalui dua lapis aspal, yakni AC-BC setebal 6 cm dan AC-WC 4 cm, dengan lebar jalan tetap 10,5 meter untuk menjaga kapasitas lalu lintas eksisting.

Dari sisi manajemen lalu lintas, aparat kepolisian menerapkan skema prioritas di jalur alternatif, khususnya bagi kendaraan dari arah bawah menuju kawasan atas Semarang. Sementara kendaraan berat diarahkan memanfaatkan ruas tol Banyumanik–Jatingaleh guna menekan beban jalur arteri.

Iqbal mengakui potensi gangguan selama masa konstruksi, namun optimistis proyek dapat selesai lebih cepat dari target jika didukung kondisi lapangan dan partisipasi masyarakat. “Kami akan mengoptimalkan pelaksanaan agar pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari target,” ujarnya.

Langkah percepatan perbaikan ini mencerminkan upaya pemerintah menjaga keandalan infrastruktur strategis, terutama pada jalur dengan karakteristik geologi menantang. Dalam jangka menengah, peningkatan kualitas Jalan Gombel diharapkan memperkuat konektivitas kawasan sekaligus menekan risiko gangguan distribusi logistik di jalur utama Semarang.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →