Buka Indo Intertex – Inatex 2026, Menperin Agus: Industri Tekstil RI Masih Tangguh di Tengah Tekanan Global

Oleh : Ridwan | Rabu, 15 April 2026 - 17:57 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -  Jakarta — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional di tengah tekanan global yang kian kompleks. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui ajang Indo Intertex – Inatex 2026 yang menjadi wadah kolaborasi, investasi, dan adopsi teknologi bagi pelaku industri.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, kinerja industri nasional masih menunjukkan tren positif. Pada 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen, sementara sektor industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi sebesar 5,30 persen.

“Ini pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir, pertumbuhan industri melampaui pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Agus dalam pembukaan pameran Indo Intertex – Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4).

Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDB mencapai 19,07 persen dan mendominasi ekspor nasional hingga 84,89 persen. Sektor ini juga menyerap 20,31 juta tenaga kerja, menegaskan perannya sebagai tulang punggung ekonomi.

Khusus industri TPT, sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan 3,55 persen (year-on-year) dengan nilai ekspor mencapai USD12,08 miliar dan surplus USD3,45 miliar. Dari sisi investasi, sektor ini menarik Rp20,23 triliun dan menyerap hampir 4 juta tenaga kerja.

Meski demikian, tantangan tetap membayangi, mulai dari kenaikan harga bahan baku global, gangguan rantai pasok, hingga dinamika permintaan pasar internasional.

Untuk itu, pemerintah mendorong sinergi antara pelaku usaha dan asosiasi, serta memperkuat kebijakan strategis seperti perluasan akses pasar, pemberian insentif, dan percepatan transformasi industri berbasis teknologi 4.0 dan prinsip keberlanjutan.

Menurut Menperin Agus, Indo Intertex – Inatex 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang investasi baru di tengah pergeseran rantai pasok global.

“Kami optimistis, industri yang mampu bertahan akan lebih cepat bangkit dan melesat saat kondisi global kembali stabil,” ujarnya.

Dengan peluang relokasi investasi dan meningkatnya permintaan produk tekstil berkelanjutan, pemerintah menilai industri TPT nasional masih memiliki prospek cerah untuk memperkuat posisi di pasar global.