CLEO Bukukan Penjualan Rp2,82 Triliun pada 2025, Optimistis Tumbuh Double Digit di Awal 2026

Oleh : Hariyanto | Kamis, 02 April 2026 - 10:58 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) PT Sariguna Primatirta Tbk dengan kode saham CLEO mencatatkan kinerja penjualan yang tetap solid sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,82 triliun, meningkat 5 persen secara tahunan dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp2,70 triliun.

Pertumbuhan tersebut dinilai stabil dan masih sejalan dengan rata-rata pertumbuhan industri AMDK nasional. Kontribusi terbesar berasal dari segmen botol yang mencatatkan penjualan Rp1,57 triliun, sementara segmen non-botol menyumbang Rp1,20 triliun. Kedua lini bisnis ini juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan masing-masing 5 persen dan 3 persen secara year on year (YoY).

CEO CLEO, Melisa Patricia, mengatakan bahwa perseroan tetap mampu menjaga performa di tengah ketatnya persaingan industri air minum dalam kemasan.

“Di tengah pasar AMDK yang semakin kompetitif, kami bersyukur CLEO masih menunjukkan ketangguhan dengan menorehkan capaian penjualan yang positif, didukung produk yang variatif dan jaringan distribusi yang dekat dengan pasar untuk memenuhi kebutuhan air minum yang aman bagi pelanggan,” ujar Melisa Patricia.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh kekuatan operasional perusahaan yang kini memiliki 32 pabrik yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hingga akhir Desember 2025, distribusi produk juga diperkuat oleh lebih dari 10.000 mitra, sehingga ketersediaan produk di pasar tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara optimal.

Selain faktor distribusi, inovasi produk juga menjadi salah satu motor pertumbuhan penjualan CLEO sepanjang tahun lalu. Perseroan menghadirkan dua produk baru, yakni Cleo 1 Liter Bottled On-the-go yang menyasar kebutuhan kemasan praktis, serta Cleo Lite 500 ml dengan struktur botol ultra tipis yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.

Untuk memperkuat posisi di pasar nasional dan menjaga pertumbuhan jangka panjang, CLEO juga melanjutkan ekspansi kapasitas produksinya. Perseroan menargetkan pengoperasian pabrik baru di Palu pada kuartal II 2026, yang akan menambah total fasilitas produksi menjadi 33 unit pada semester I tahun ini.

Di semester II, CLEO juga menyiapkan dua pabrik tambahan di Pekanbaru dan Pontianak yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian perizinan.

“Kami meyakini bahwa kedekatan fasilitas produksi dengan konsumen menjadi kunci efisiensi distribusi dalam menjaga ketersediaan produk, sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan ke depan,” tambah Melisa.

Memasuki awal 2026, manajemen menyatakan optimisme terhadap prospek bisnis perseroan. CLEO menargetkan pertumbuhan penjualan double digit pada kuartal I-2026, didorong oleh momentum Ramadan dan Lebaran yang secara historis menjadi periode dengan peningkatan konsumsi AMDK.

Ekspansi pabrik yang sedang berjalan serta penguatan jaringan distribusi dinilai akan menjadi katalis positif bagi kinerja perseroan di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.