Industri Laboratorium Indonesia Tumbuh Pesat, Lab Indonesia 2026 Hadirkan Inovasi dan Kolaborasi Global

Oleh : Nina Karlita | Rabu, 01 April 2026 - 22:08 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Tangerang – Industri laboratorium Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan riset, inovasi, dan pengendalian mutu di berbagai sektor. 

Momentum ini semakin diperkuat dengan digelarnya Lab Indonesia 2026, pameran industri laboratorium terbesar di Tanah Air, pada 15–17 April 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

Mengusung tema “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness”, ajang dua tahunan ini memasuki edisi ke-8 dan siap menjadi pusat kolaborasi global dalam pengembangan teknologi laboratorium.

Saat ini terdapat lebih dari 10.500 laboratorium kesehatan masyarakat di Indonesia. Pasar laboratorium klinis nasional bahkan diproyeksikan menembus USD 3,1 miliar pada 2027. Pertumbuhan ini selaras dengan tren global, di mana industri teknologi laboratorium dunia diperkirakan meningkat dari USD 258,71 miliar pada 2023 menjadi USD 468,15 miliar pada 2032.

Dalam konteks tersebut, Lab Indonesia 2026 hadir sebagai platform strategis yang mempertemukan pelaku industri, regulator, akademisi, hingga investor global.

Tahun ini, penyelenggara PT Pamerindo Indonesia memperluas area pameran menjadi lebih dari 14.500 meter persegi. Menargetkan lebih dari 300 perusahaan exhibitor serta sekitar 15.000 pengunjung profesional dari berbagai sektor industri.

Empat paviliun internasional dari China, Jerman, Korea, dan Malaysia dipastikan hadir. Negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Prancis, Swiss, Singapura, hingga Taiwan turut berpartisipasi, mencerminkan tingginya perhatian global terhadap pasar laboratorium Indonesia.

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, menyatakan Indonesia kini dipandang sebagai pasar strategis industri teknologi laboratorium di kawasan Asia Tenggara.

“Besarnya partisipasi perusahaan internasional yang akan menghadiri Lab Indonesia 2026 menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipandang sebagai pasar yang penting bagi industri teknologi laboratorium,” tegasnya

Teknologi yang ditampilkan mencakup bioteknologi, pengujian farmasi, hingga pengujian lingkungan dengan sistem analisis yang lebih presisi dan efisien sesuai standar global.

Saptogiri, Managing Director PT Wiralab Analitika Solusindo, menegaskan pentingnya transformasi laboratorium menuju hasil yang akurat, andal, serta sesuai regulasi. Ia menyebut partisipasi di Lab Indonesia 2026 sebagai bentuk komitmen meningkatkan standar keunggulan laboratorium nasional.

Menariknya, sekitar 53% peserta loyal telah menyatakan kembali berpartisipasi, menandakan tingginya efektivitas pameran sebagai platform bisnis.

Pada penyelenggaraan 2024, program business matching berhasil mempertemukan lebih dari 150 buyers dengan 720+ pertemuan bisnis. Dibanding 2022, jumlah buyer naik 12,6% dan pertemuan bisnis meningkat 24,7%.

Komposisi peserta pameran juga menunjukkan dominasi perusahaan yang bergerak di bidang laboratory instruments dan scientific equipment, yang menjadi peran penting dalam teknologi laboratorium modern. 

Selain itu, solusi laboratory consumables, laboratory testing, research & development, serta quality assurance dan quality control juga menjadi sektor yang mendapat perhatian dalam pameran ini.

Program seperti LabForum (International Scientific Conference) dan LabTalk (Technical Seminar, Industry Workshop & Live Demonstration), tidak hanya menghadirkan diskusi ilmiah, tetapi juga menghasilkan kolaborasi riset lintas institusi, publikasi bersama, hingga percepatan transfer teknologi ke laboratorium lokal.

Ketua HKI Jakarta, Afrizal, menilai Indonesia memiliki potensi besar dari sisi biodiversitas dan SDM, namun masih menghadapi tantangan ketergantungan impor alat dan minimnya hilirisasi riset. Ia menekankan pentingnya integrasi riset kampus–laboratorium–industri untuk mencapai pengakuan global.

Sementara itu, Deputi Akreditasi Badan Standardisasi Nasional sekaligus Sekretaris Komite Akreditasi Nasional, Wahyu Purbowasito, menyatakan Lab Indonesia bukan sekadar ajang transaksi, melainkan ruang pembaruan metode, teknologi, dan penguatan infrastruktur mutu nasional.

Menurutnya, kolaborasi Government-to-Business (G-to-B) dalam pameran ini berperan penting mendorong daya saing produk Indonesia di pasar global.

Lebih dari sekadar pameran, ajang ini menjadi jembatan antara riset, teknologi, dan industri menuju Indonesia Emas 2045.