ERAA Bukukan Penjualan Rp76,6 Triliun pada 2025, Laba Bersih Tumbuh 15,83 Persen
INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pertumbuhan dua digit di tengah dinamika pasar. Perseroan berhasil mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp76,6 triliun, meningkat 17,35 persen secara tahunan dibandingkan Rp65,3 triliun pada tahun sebelumnya.
Selain pertumbuhan penjualan, perusahaan juga mencatat laba kotor sebesar Rp8,35 triliun dengan margin laba kotor 10,9 persen. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,20 triliun, naik 15,83 persen dibandingkan kinerja tahun 2024.
Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk, Hasan Aula, mengatakan capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi ekspansi dan diversifikasi yang dijalankan secara konsisten oleh perusahaan.
“Kinerja solid di 2025 menunjukkan ketahanan bisnis Perseroan di tengah dinamika pasar, didukung oleh penguatan portofolio merek, ekspansi jaringan ritel secara selektif, serta optimalisasi berbagai momentum konsumsi sepanjang tahun. Ke depan, kami akan terus memperkuat fondasi bisnis Perseroan melalui pengembangan vertikal usaha serta perluasan ekosistem ritel guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dari sisi kontribusi bisnis, segmen cellular phones dan tablet masih menjadi penyumbang terbesar terhadap penjualan bersih perseroan dengan kontribusi 78,42 persen. Meski demikian, Erajaya juga terus memperkuat bisnis di luar handset melalui berbagai vertikal usaha yang menunjukkan pertumbuhan positif.
Perusahaan memperluas kehadirannya di sejumlah sektor, mulai dari aksesoris dan perangkat pendukung, ritel gaya hidup aktif, hingga food and nourishment. Langkah ini semakin menegaskan posisi Erajaya sebagai ekosistem ritel yang terdiversifikasi.
Sepanjang 2025, melalui entitas anak usahanya, Erajaya juga menambah sejumlah merek strategis ke dalam portofolio bisnis. Beberapa di antaranya adalah CHAGEE pada segmen Erajaya Food & Nourishment, XPENG sebagai merek kendaraan listrik, serta ANTA dan Wilson untuk vertikal Erajaya Active Lifestyle. Penambahan merek-merek ini dinilai memperkuat strategi diversifikasi perusahaan sekaligus menopang pertumbuhan jangka panjang.
Memasuki usia ke-30 sejak didirikan pada 1996, Erajaya terus mempercepat langkah ekspansi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Momentum tiga dekade perjalanan ini juga menjadi refleksi atas konsistensi perusahaan dalam membangun ekosistem ritel yang terintegrasi dan menghadirkan produk serta layanan yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Hingga akhir Desember 2025, Erajaya telah mengoperasikan 2.333 jaringan ritel di seluruh Indonesia yang didukung oleh 70 pusat distribusi. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat kapabilitas distribusi secara nasional.
Ke depan, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat posisi melalui pengembangan ekosistem ritel yang terintegrasi, ekspansi yang terukur, peningkatan pengalaman pelanggan, serta pengembangan portofolio merek yang relevan guna menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.