ACES Pertahankan Guidance 2026, Ekspansi Gerai Dipacu di Sisa Tahun

Oleh : Candra Mata | Selasa, 12 Mei 2026 - 08:28 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), menegaskan tetap berada di jalur guidance 2026 meski margin laba kotor pada 1Q26 mengalami tekanan akibat pelemahan rupiah dan kenaikan biaya logistik. Dalam earnings call Kamis (7/5), manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan +6–8% YoY, SSSG +2–4% YoY, serta pembukaan 65–80 gerai baru gabungan AZKO dan NEKA sepanjang tahun.

Margin laba kotor turun ke 46,3% pada 1Q26 dari 48% pada 1Q25 dan 47% pada 4Q25. Tekanan terutama berasal dari depresiasi rupiah terhadap yuan China sekitar -7% YTD serta lonjakan harga minyak yang meningkatkan freight cost dan biaya pengadaan barang.

Sebagai langkah mitigasi, perseroan mulai menaikkan average selling price (ASP) blended sekitar +10% untuk 5.000–10.000 SKU utama sejak April 2026. Mayoritas penyesuaian harga ditargetkan selesai pada akhir 2Q26. Menurut manajemen, kenaikan harga sebesar ini terakhir kali dilakukan pada 2019.

Meski demikian, ACES menilai daya beli konsumennya yang mayoritas berasal dari segmen middle–up masih cukup resilien, sehingga kenaikan harga diyakini tidak akan mengganggu permintaan secara signifikan. Pemulihan margin laba kotor pun mulai diharapkan terlihat sejak 2Q26.

Di sisi lain, efisiensi operasional berhasil menopang profitabilitas. Margin laba usaha naik menjadi 9,3% pada 1Q26 dari 9% pada periode sama tahun lalu, didorong penurunan rasio SG&A menjadi 40,1% terhadap pendapatan dari sebelumnya 42,3%.

Efisiensi tenaga kerja menjadi salah satu faktor utama, tercermin dari peningkatan produktivitas karyawan menjadi 47 sqm/karyawan dibandingkan 46 sqm/karyawan pada akhir 2025. Rasio advertising & promotion (A&P) juga turun menjadi sekitar 0,9% dari pendapatan, lebih rendah dibandingkan 2% pada 1Q25.

Untuk ekspansi, pembukaan gerai masih relatif terbatas pada awal tahun akibat periode Lebaran, dengan masing-masing AZKO dan NEKA baru menambah dua gerai baru pada 1Q26. Namun, manajemen mengindikasikan laju ekspansi akan lebih agresif pada sisa tahun ini.

ACES juga menyebut gangguan distribusi domestik menjelang Lebaran, khususnya pengiriman ke luar Jawa, kini telah mereda. Sementara itu, belum terdapat perubahan material terkait regulasi impor.

Dari sisi pandangan pasar, kemampuan ACES menjaga margin secara historis di tengah pelemahan rupiah menunjukkan perseroan relatif mampu meneruskan kenaikan biaya ke konsumen. Namun demikian, risiko harga minyak tinggi dalam jangka panjang serta pelemahan rupiah tetap menjadi faktor yang perlu dicermati karena dapat memengaruhi biaya distribusi sekaligus daya beli konsumen ke depan.