Metrodata Electronics Bukukan Pendapatan Rp27,2 Triliun di 2025

Oleh : Hariyanto | Senin, 30 Maret 2026 - 14:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp27,2 triliun. Di tengah tekanan ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah, perusahaan penyedia solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, Perseroan meraih laba bersih konsolidasi sebesar Rp814,0 miliar atau meningkat 10,0% secara tahunan. Capaian ini mencerminkan ketahanan kinerja serta efektivitas strategi bisnis yang dijalankan perusahaan di tengah tantangan makroekonomi.

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, mengungkapkan bahwa stabilitas penjualan perangkat menjadi salah satu penopang utama kinerja Perseroan.

“Kemampuan Perseroan dalam menjaga stabilitas penjualan PC dan notebook menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung kinerja di tengah melemahnya daya beli dan pengetatan belanja pemerintah, seiring dengan strategi diversifikasi produk serta penguatan layanan pada segmen solusi dan konsultasi yang turut mendorong pengembangan bisnis secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dari lini bisnis yang dijalankan, unit Distribusi masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan. Strategi diversifikasi produk yang diterapkan mampu mendorong pertumbuhan penjualan unit ini hingga 9,0% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara rinci, penjualan segmen smartphone tumbuh signifikan sebesar 24,6%, sementara segmen komersial meningkat 7,2%.

Adapun unit Solusi dan Konsultasi Digital juga mencatatkan peningkatan kinerja yang berkualitas. Penjualan pada unit ini naik 4,5% dengan laba bersih yang melonjak hingga 12,0%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap layanan berbasis teknologi, terutama Cloud, hybrid infrastructure, dan cybersecurity.

Selain itu, penerapan model bisnis berbasis subscription atau berlangganan pada unit solusi dan konsultasi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pendapatan berulang (recurring income). Seiring dengan berlanjutnya kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor, perolehan order pada unit ini pun mulai menunjukkan tren pemulihan.

“Keberhasilan melalui tantangan kondisi makro tahun 2025 ini membuat kami semakin optimis dalam upaya memperkuat posisi Perseroan sebagai digital solution provider dan dalam upaya meraih target menjadi perusahaan TIK terbesar di Indonesia,” tutup Susanto.