Hingga Agustus 2017, TINS Baru Realisasikan Belanja Modal Rp920 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 25 Agustus 2017 - 10:51 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Timah Tbk (TINS), produsen timah berstatus BUMN dan menjadi emiten BEI, hingga Agustus 2017 telah merealisasikan belanja barang modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp920 miliar. Itu baru mencapai sekitar Rp40% dari total alokasi capex TINS pada 2017 yang mencapai Rp2,3 triliun.

“Anggaran belanja barang modal TINS pada tahun ini akan digunakan untuk membeli Kapal Isap Produksi (KIP) guna penambahan armada untuk menunjang kegiatan produksi perseroan. Disamping itu, TINS juga akan menggunakan anggaran tersebut untuk membiayai peningkatan kapasitas smelter milik perseroan,” papar Emil Ermindra, Direktur Keuangan TINS, di Jakarta, Jumat (25/08/2017).

Emil mengemukakan, sebagian dari dana sebesar Rp920 miliar yang berasal dari anggaran belanja barang modal TINS tersebut digunakan untuk membayar pengadaan KIP dan sebagian lagi untuk membayar peningkatan kapasitas smelter tahap pertama.

Memang selama ini, demikian Emil, manajemen TINS menggunakan anggaran belanja barang modal untuk membiayai kegiatan eksplorasi, yaitu mencari sumber-sumber tambang timah baru dan meningkatkan sarana produksi.

Pada 2017 ini, total anggaran belanja barang modal yang dialokasikan TINS mencapai Rp2,6 triliun. Anggaran sebesar Rp2,3 triliun akan digunakan untuk membiayai konsumsi perseroan dan sisanya sebesar Rp300 miliar akan digunakan sebagai dana belanja barang modal anak usaha TINS.

Dana belanja barang modal TINS berasal dari dana internal dan sumber pembiayaan eksternal. Salah satu sumber pembiayaan eksternal yang dijalankan perseroan adalah penerbitan obligasi. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →