Sampoerna Umumkan Perubahan Susunan Dewan Direksi

Oleh : Kormen Barus | Sabtu, 28 Februari 2026 - 00:39 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta-PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (Sampoerna/HMSP) resmi mengumumkan perubahan susunan Direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada tanggal 27 Februari 2026 di Jakarta.

Keputusan ini menandai langkah strategis Perseroan dalam memperkuat struktur organisasi agar selalu adaptif terhadap dinamika industri. Melalui keputusan pemegang saham, Houria Raselma ditunjuk menggantikan Gunnar Beckers, Reno Bontemps menggantikan Sergio Colarusso, dan Rianto Probo Hartono bergabung sebagai Direktur baru.

Houria Raselma memulai karier sebagai Brand Manager di Philip Morris International (PMI) Aljazair pada tahun 2012. Sejak saat itu, ia telah mendorong inovasi di berbagai merek, portofolio produk, dan transformasi digital untuk afiliasi PMI di kawasan Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika. Sedangkan Reno Bontemps yang telah meniti karier lebih dari 15 tahun di bidang keuangan, sebelumnya memegang berbagai posisi dari perencanaan strategi, bisnis, dan anggaran dengan posisi terakhir sebagai Direktur Keuangan PMI untuk kawasan Timur Tengah. Sementara itu, Rianto Probo Hartono—yang telah berkarya selama 18 tahun di Sampoerna—memiliki rekam jejak kuat di berbagai fungsi strategis, termasuk hubungan eksternal dan perencanaan komersial.

Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi berkeyakinan susunan direksi baru ini akan semakin memperkuat Perseroan dalam menghadapi tantangan industri dan mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, “Saya percaya pengalaman dan keahlian yang dimiliki Houria, Reno, dan Rianto akan semakin memperkuat Tim Manajemen dan Direksi dalam mendorong kinerja Perseroan serta memantapkan pencapaian strategi jangka panjang Sampoerna,” ujar Ivan.

Pada kesempatan yang sama, Ivan menyampaikan apresiasi kepada Gunnar Beckers dan Sergio Colarusso atas kontribusi dan kepemimpinan mereka di Sampoerna.

“Dengan pengalaman yang luas, ketajaman dalam mengambil keputusan, serta integritas yang tinggi, keduanya telah memberikan kontribusi signifikan bagi Perseroan dan turut memperkuat Sampoerna dalam mempertahankan kepemimpinan pasar,” tutup Ivan.

Didirikan pada tahun 1913, Sampoerna–afiliasi dari Philip Morris International Inc. – adalah perusahaan tembakau terkemuka di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan Perseroan terdiri dari usaha manufaktur dan perdagangan rokok serta produk tembakau bebas asap dan produk mengandung nikotin. Sampoerna memproduksi beberapa merek kretek terkenal seperti Sampoerna A, “Raja Kretek” legendaris Dji Sam Soe, dan Sampoerna Kretek. Sampoerna juga mendistribusikan produk rokok merek Marlboro ke seluruh Indonesia melalui perjanjian distribusi jangka panjang dengan PT Philip Morris Indonesia (PMID).

Sejak diakuisisi oleh Philip Morris International (PMI) pada tahun 2005, nilai investasi Sampoerna telah mencapai lebih dari 6,4 miliar dollar AS. Saat ini, Sampoerna mengoperasikan sembilan fasilitas produksi yang berlokasi di Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Malang, Karawang, Blitar, dan Tegal, termasuk fasilitas manufaktur untuk produk tembakau inovatif bebas asap dengan fokus ekspor ke Asia Pasifik dan pasar domestik. Sampoerna juga bermitra dengan 43 Mitra Produksi Sigaret di seluruh Jawa, yang mempekerjakan – secara langsung dan tidak langsung – lebih dari 90.000 tenaga kerja, sebagian besar dalam produksi Sigaret Kretek Tangan. Sampoerna mendistribusikan produknya melalui 105 kantor penjualan dan kantor distribusi wilayah di seluruh Indonesia.

Di bawah payung Program Keberlanjutan "Sampoerna untuk Indonesia", Sampoerna berkomitmen untuk mengembangkan UMKM melalui program Sampoerna Retail Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). Saat ini, SRC memberdayakan lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia, dengan dampak ekonomi mencapai Rp236 triliun per tahun, setara dengan 11,4% PDB Retail Nasional 2022. Sementara itu, SETC telah melatih lebih dari 97.000 peserta di seluruh Indonesia.