Perpusnas Perkuat iPusnas Lewat Upgrade Sistem & Keamanan, Layanan Dipulihkan Bertahap

Oleh : Nina Karlita | Kamis, 26 Februari 2026 - 22:35 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta — Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) tengah melakukan penguatan besar-besaran pada layanan perpustakaan digital iPusnas. 

Langkah ini mencakup pembaruan arsitektur teknologi, migrasi sistem, serta peningkatan keamanan siber demi menghadirkan layanan baca digital yang lebih stabil, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Penguatan dilakukan seiring lonjakan kebutuhan akses bacaan digital yang kian tinggi. Dengan penyesuaian arsitektur sistem, iPusnas ditargetkan mampu beroperasi lebih andal, minim gangguan, dan siap menghadapi peningkatan trafik pengguna di masa depan.

Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menegaskan bahwa upgrade sistem ini merupakan bagian dari komitmen Perpusnas dalam meningkatkan kualitas layanan digital. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas keterbatasan akses yang sempat terjadi selama proses penguatan berlangsung.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan digital agar masyarakat dapat mengakses koleksi pengetahuan secara nyaman, aman, dan berkelanjutan,” ujar Joko dalam keterangan resmi di Jakarta.

Sebagai bagian dari proses modernisasi, Perpusnas melakukan migrasi sistem sekaligus pengujian keamanan siber dengan pendampingan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan data, koleksi digital, serta keamanan pengguna iPusnas dari potensi risiko siber.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Perpusnas, Wiratna Tritawirasta, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pengguna menjadi salah satu alasan utama pembaruan sistem. Menurutnya, penguatan dilakukan melalui pembaruan arsitektur, migrasi data, dan serangkaian uji keamanan agar layanan tetap stabil di tengah pertumbuhan trafik.

“Penguatan sistem dilakukan melalui pembaruan arsitektur, migrasi data, dan pengujian keamanan agar layanan semakin optimal,” jelas Wiratna. Proses uji coba dilakukan bertahap sebelum layanan dipulihkan sepenuhnya.

Di tengah proses penguatan, iPusnas tetap menunjukkan tren pemanfaatan yang positif. Berdasarkan data Pusdatin Perpusnas, platform ini kini memiliki sekitar 134.309 judul koleksi dengan total 1.480.649 salinan digital. Sepanjang 2025, tercatat 770.106 pengguna baru memanfaatkan iPusnas sebagai sumber bacaan digital.

Capaian tersebut menegaskan posisi iPusnas sebagai salah satu platform perpustakaan digital terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi tulang punggung akses literasi masyarakat di era digital.

Perpusnas menargetkan pemulihan layanan iPusnas dilakukan secara bertahap setelah seluruh rangkaian pengujian selesai. Versi Android direncanakan kembali aktif lebih dahulu, kemudian disusul iOS dan web secara bertahap. Skema ini dipilih agar stabilitas sistem tetap terjaga saat layanan kembali diakses luas oleh pengguna.

Sementara itu, layanan Perpusnas lainnya—baik daring maupun luring—tetap berjalan normal. Layanan digital seperti BintangPusnas Edu, e-Resources, Khastara, serta chatbot Tanya Pustakawan masih dapat diakses masyarakat tanpa kendala.

Dalam pengelolaan koleksi, Perpusnas memastikan mekanisme peminjaman di iPusnas berjalan adil melalui penerapan Digital Rights Management (DRM). Teknologi ini menjaga keseimbangan hak antara perpustakaan, penulis, dan penerbit, sekaligus melindungi karya digital dari penyalahgunaan.