TEI 2026 Resmi Diluncurkan, Mendag Busan Bidik Transaksi USD 17,5 Miliar di ICE BSD

Oleh : Nina Karlita | Kamis, 26 Februari 2026 - 22:12 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Perdagangan resmi meluncurkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026 dengan target ambisius transaksi mencapai USD 17,5 miliar. 

Pameran dagang internasional terbesar di Indonesia ini akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.

Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) menyampaikan optimisme bahwa target tahun ini berpeluang terlampaui. Ia mencontohkan capaian TEI tahun sebelumnya yang melampaui target.

“Target TEI tahun lalu sebesar USD 16,5 miliar dan alhamdulillah terealisasi hingga USD 22,83 miliar. Tahun ini, kami tingkatkan targetnya menjadi USD 17,5 miliar. Kami optimistis target tahun ini dapat terlampaui dengan persiapan yang lebih komprehensif,” ujar Mendag Busan saat peluncuran TEI ke-41 di kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (26/2/2026).

Peluncuran TEI 2026 turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Sekretaris Kemenko Pangan Kasan, serta Direktur PT Debindomulti Adhiswasti Vibiadhi Swasti Pradana selaku penyelenggara. 

Mendag Busan didampingi Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi.

Untuk memaksimalkan hasil transaksi, Kemendag menerapkan strategi tiga tahapan terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada aktivitas pameran fisik. Tahapan tersebut meliputi business matching prapameran, transaksi selama pameran, serta monitoring dan pengawalan kontrak pascapameran.

“Kami memfasilitasi business matching seawal mungkin melalui perwakilan perdagangan RI di luar negeri. Jadi, ketika buyer datang ke TEI 2026, prosesnya tinggal finalisasi dan transaksi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan transaksi terjadi sebelum pameran berlangsung,” jelas Mendag Busan.

Ia juga mengajak pelaku usaha, asosiasi, dan pemangku kepentingan untuk memanfaatkan TEI sebagai pintu masuk perluasan pasar ekspor. 

“TEI adalah momentum memperluas akses pasar dan memperkuat jejaring dagang internasional. Kami mengundang seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi dan bersama-sama meningkatkan ekspor Indonesia,” imbuhnya.

TEI 2026 mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”. Menurut Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi, tema ini mencerminkan kesiapan Indonesia sebagai pemasok utama produk manufaktur, agrikultur, hingga teknologi yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“TEI bukan sekadar pameran, tetapi momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” tegas Puntodewi.

Tahun ini, TEI menampilkan lima sektor unggulan, yakni: Makanan dan produk pertanian, Produk manufaktur, Kawasan industri, Fesyen dan kriya, serta Furnitur dan dekorasi rumah.

Sebanyak 10 aula di ICE BSD disiapkan dengan zonasi tematik guna memaksimalkan efektivitas business matching dan transaksi dagang.

Untuk memperkuat promosi sektor tertentu, TEI 2026 menghadirkan aula khusus kopi, teh, dan kakao yang akan diisi aktivasi seperti Cup of Excellence dan Kompetisi Kopi Seluruh Indonesia (KKSI). Dua aula khusus juga disiapkan bagi sektor furnitur dan dekorasi rumah yang selama ini menjadi magnet buyer global.

“Kami ingin memastikan buyer internasional lebih mudah menemukan produk yang mereka cari. Dengan pengelompokan sektor yang lebih fokus, kami optimistis daya tarik dan potensi transaksi akan semakin meningkat,” tambah Puntodewi.

Direktur PT Debindo Vibiadhi Swasti Pradana menegaskan, TEI 2026 menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku industri dengan buyer potensial. Debindo menyiapkan program buyer hospitality berupa 250 kamar hotel gratis bagi buyer internasional terkurasi hasil seleksi Kemendag bersama pemangku kepentingan terkait.

“Langkah ini menjadi insentif konkret untuk menarik buyer baru yang potensial sekaligus memaksimalkan peluang transaksi selama pameran berlangsung,” kata Vibiadhi.

Debindo juga memperluas jejaring promosi internasional melalui kolaborasi dengan pameran global seperti Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) di Malaysia dan Global Sourcing Expo di Australia. Upaya ini ditujukan untuk pertukaran potensi buyer dan produk, sekaligus memastikan kualitas pertemuan bisnis di TEI semakin meningkat.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →