Hong Kong Rayakan 50 Tahun Lomba Perahu Naga Internasional dengan Festival 13 Hari Penuh Atraksi

Oleh : Candra Mata | Kamis, 25 Juni 2026 - 22:28 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Deru genderang, kayuhan serempak para atlet, dan kemeriahan tepi Victoria Harbour kembali menjadi denyut utama Hong Kong. 

Akhir pekan ini, lebih dari 220 tim dari 16 negara dan wilayah akan bertarung dalam Lomba Perahu Naga Internasional Hong Kong 2026, sebuah perhelatan yang tahun ini hadir dengan makna istimewa: perayaan 50 tahun ajang balap perahu naga paling bergengsi di kota tersebut.

Berlatar panorama ikonik Victoria Harbour di kawasan Tsim Sha Tsui, festival tahunan itu tidak hanya menyajikan kompetisi olahraga berkelas dunia, tetapi juga menghadirkan pesta budaya yang meriah bagi warga dan wisatawan.

Tahun ini juga menandai ulang tahun ke-35 Asosiasi Perahu Naga Hong Kong China dan Federasi Perahu Naga Internasional (IDBF), yang semakin memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat olahraga perahu naga dunia. 

Momentum tersebut semakin bersejarah setelah IDBF resmi memindahkan kantor pusatnya kembali ke Hong Kong.

Untuk memperluas semarak perayaan, Hong Kong Tourism Board (HKTB) memperpanjang Festival Perahu Naga Internasional Hong Kong menjadi 13 hari, berlangsung dari 19 Juni hingga 1 Juli. 

Festival dimulai bertepatan dengan Festival Tuen Ng atau Festival Perahu Naga dan ditutup pada peringatan ke-29 berdirinya Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR).

Ketua HKTB, Dr. Peter Lam, mengatakan festival tahun ini tampil lebih besar dibanding sebelumnya.

“Festival ini tidak hanya berlangsung lebih lama, tetapi juga menghadirkan perlombaan yang lebih kompetitif dan program hiburan yang lebih semarak, menawarkan pengalaman yang hanya dapat ditemukan di Hong Kong,” ujarnya.

Sebagai bagian dari agenda utama "Hong Kong Summer Fun", festival tersebut sekaligus mempertegas citra Hong Kong sebagai "Ibu Kota Acara di Asia".

Selain persaingan sengit di lintasan air, pengunjung juga dapat menikmati beragam atraksi budaya di sepanjang Avenue of Stars. 

Mulai dari pajangan perahu naga kayu tradisional sepanjang 22 meter, instalasi tematik hasil kolaborasi dengan film Minions & Monsters, pertunjukan musik langsung, hingga demonstrasi warisan budaya tak benda seperti seni bela diri Wing Chun, permainan diabolo Tiongkok, serta penampilan alat musik tradisional ruan dan guzheng.

Dalam rangka memperingati setengah abad penyelenggaraan lomba, panitia turut menghadirkan dua kategori baru, yakni Piala Undangan Nelayan Ulang Tahun ke-50 dan Kejuaraan Ulang Tahun ke-50. Kedua nomor tersebut dirancang sebagai penghormatan terhadap akar tradisional olahraga perahu naga.

Di sisi lain, IDBF memandang Hong Kong sebagai titik penting dalam strategi global jangka panjang organisasi tersebut. Pada 29 April 2026, federasi resmi mendirikan International Dragon Boat Federation Limited di kota itu.

Presiden IDBF, Claudio Schermi, menegaskan bahwa keputusan tersebut memiliki makna historis sekaligus strategis.

“Pendirian di Hong Kong bukanlah sebuah kesimpulan, melainkan sebuah permulaan. Ini menancapkan federasi kami di kota tempat kisah internasional kami dimulai dan memperkuat kemampuan kami untuk melayani anggota kami serta keluarga perahu naga global,” katanya.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, IDBF juga mengajukan dukungan melalui Skema Percontohan untuk Memperkuat Kehadiran Hong Kong dalam Asosiasi Olahraga Asia dan Internasional yang diperkenalkan Pemerintah HKSAR. 

Program itu ditujukan untuk mendorong organisasi olahraga internasional menjadikan Hong Kong sebagai basis regional maupun kantor pusat global.

Tradisi perahu naga sendiri memiliki akar sejarah lebih dari 2.000 tahun. Festival ini diperingati setiap hari kelima bulan kelima dalam kalender lunar untuk mengenang penyair patriotik Tiongkok, Qu Yuan.

Menurut legenda, Qu Yuan mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke Sungai Luo sebagai bentuk kesetiaan pada keyakinannya. Warga setempat kemudian mendayung perahu sambil menabuh genderang dan gong guna mengusir ikan agar tidak memakan jasad sang penyair. Dari kisah itulah lahir tradisi balap perahu naga yang kini berkembang menjadi olahraga internasional.

Tak lengkap tanpa kuliner khas, perayaan juga identik dengan zongzi, pangsit beras ketan yang dibungkus daun bambu dan dikukus atau direbus. Hidangan tradisional tersebut menjadi sajian wajib yang selalu hadir selama Festival Perahu Naga berlangsung.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →