Wamen Irene Resmikan Radio Ekraf 2026 di Kota Bandung, Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah

Oleh : Candra Mata | Senin, 09 Februari 2026 - 11:53 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bandung, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar resmi meluncurkan program Radio Ekraf 2026 di Cihampelas Walk, Bandung, Minggu (8/2). Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran radio sebagai ruang kolaborasi, ekspresi, dan pengembangan talenta kreatif di tengah dinamika industri ekonomi kreatif.

“Radio tidak lagi diposisikan semata sebagai medium penyiaran, tetapi sebagai fondasi ekosistem yang mendukung pertumbuhan kreativitas sekaligus penguatan jejaring pelaku ekonomi kreatif,” ujar Wamen Irene.

Peluncuran Radio Ekraf 2026 ditandai dengan konvoi Outside Broadcasting (OB) Van yang melibatkan stasiun radio partisipan sebagai simbol dimulainya aktivasi radio di ruang publik Kota Bandung. Program ini akan berlangsung selama 30 hari, mulai 8 Februari hingga 9 Maret 2026, setiap pukul 10.00–18.00 WIB, dengan menghadirkan studio terbuka (open studio) di area publik Cihampelas Walk.

Sebanyak 29 stasiun radio terdiri atas 28 radio swasta anggota PC PRSSNI Kota Bandung dan RRI Bandung akan bergiliran melakukan siaran langsung serta berbagai aktivitas interaktif bersama masyarakat. Melalui pendekatan kolaboratif dan konvergensi dengan platform digital, radio diharapkan menjadi launchpad bagi insan kreatif serta membuka peluang pengembangan model bisnis yang berkelanjutan.

“Dalam konteks ini, radio memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari the new engine of growth ekonomi kreatif, khususnya di daerah,” ujar Wamen Irene.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai program ini sejalan dengan karakter Bandung sebagai kota kreatif dengan ekosistem radio yang kuat. Ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia, kepatuhan terhadap regulasi, serta kepekaan terhadap isu sosial.

“Radio telah lama menjadi ruang ekspresi berbagai komunitas dan berperan dalam membentuk dinamika komunikasi serta kreativitas masyarakat Kota Bandung,” ujar Farhan.

“Melalui Radio Ekraf, kami berharap ekosistem penyiaran lokal dapat terus tumbuh, adaptif terhadap perubahan, dan berkontribusi terhadap keberlanjutan industri kreatif di daerah,” imbuhnya.

Melalui Radio Ekraf 2026, radio diposisikan sebagai simpul strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai etalase karya kreatif, ruang berbagi pengetahuan, serta media promosi bagi UMKM dan komunitas kreatif lokal. Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai kota di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →