Pariwisata Jadi Mesin Devisa: Proyeksi Sumbangan Capai USD 18,53 Miliar

Oleh : Candra Mata | Minggu, 25 Januari 2026 - 08:44 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Sektor pariwisata terus menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa devisa pariwisata tidak hanya tercatat sebagai angka makro ekonomi, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat di destinasi wisata.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @widi.wardhana, Menpar menjelaskan bahwa setiap wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia membawa kontribusi ekonomi nyata yang langsung mengalir ke pelaku usaha pariwisata.

“Setiap wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia membelanjakan uangnya untuk berbagai kebutuhan selama perjalanan. Inilah yang menjadi sumber devisa pariwisata dan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Menpar Widiyanti seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id, Minggu (25/1).

Selama berada di Indonesia, wisatawan mancanegara mengeluarkan belanja untuk akomodasi seperti hotel dan penginapan, transportasi darat maupun penerbangan domestik, serta konsumsi makanan dan minuman. Selain itu, pengeluaran juga terjadi untuk aktivitas wisata, mulai dari menonton atraksi, mengikuti kegiatan rekreasi, hingga berbelanja suvenir dan produk lokal.

Seluruh pengeluaran tersebut diterima langsung oleh pelaku usaha pariwisata di destinasi, baik UMKM maupun industri pariwisata berskala besar. Dampaknya tidak hanya mendorong perputaran ekonomi lokal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Secara makro, kontribusi sektor ini tercermin dalam devisa pariwisata. Nilai devisa dihitung dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dalam satu tahun yang dikalikan dengan rata-rata pengeluaran (average spending) selama berada di Indonesia. Nilai tersebut kemudian menjadi agregat devisa pariwisata nasional.

Pencatatan devisa pariwisata dilakukan oleh Bank Indonesia melalui Neraca Pembayaran Indonesia, khususnya pada komponen jasa perjalanan (travel). Berdasarkan data sementara hingga triwulan III tahun 2025, devisa pariwisata Indonesia tercatat mencapai 13,82 miliar dolar AS. Dengan kurs Desember, angka tersebut setara sekitar Rp231 triliun.

Adapun data final devisa pariwisata sepanjang tahun 2025 masih menunggu rilis resmi dari Bank Indonesia yang diperkirakan akan diumumkan pada Februari mendatang.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata telah menyusun proyeksi internal berdasarkan estimasi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara serta data pengeluaran per perjalanan yang tersedia. Dari proyeksi tersebut, sektor pariwisata diperkirakan mampu menyumbang devisa sebesar 18,53 miliar dolar AS sepanjang tahun 2025.

Proyeksi ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional, sekaligus menegaskan perannya sebagai sumber devisa strategis dan motor penggerak ekonomi Indonesia.