Kementan & Starbucks Perkuat Kopi Berkelanjutan Indonesia Lewat MoU Strategis TEKAD

Oleh : Nina Karlita | Rabu, 03 Desember 2025 - 15:27 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Starbucks Coffee Company sebagai langkah kolaboratif memperkuat ekosistem kopi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Penandatanganan yang berlangsung di Jakarta ini menjadi tonggak penting dalam mendorong daya saing kopi Indonesia di pasar global. Kerja sama tersebut akan menghadirkan edukasi, pendampingan, serta sumber daya yang berkelanjutan bagi ribuan petani di berbagai daerah.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menyebut kerja sama ini sebagai momentum strategis dalam pengembangan komoditas kopi nasional.

“Pemerintah mengambil langkah strategis untuk memberdayakan petani kopi kecil, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi kopi global. Kami bangga dapat bermitra dengan Starbucks,” ujarnya.

Melalui kemitraan bertajuk TEKAD (Tani, Ekspor, Kopi, Ajar, dan Dana), Starbucks dan Kementan menyepakati empat fokus program utama hingga tahun 2027, yang akan berjalan di Aceh, Bali, NTT, Sumatra Utara, dan Sulawesi Selatan:

1. Program Donasi Benih dan Pembibitan
Distribusi 2 juta bibit kopi unggul untuk peremajaan tanaman, dengan varietas tahan penyakit dan kekeringan, sehingga menjamin kesinambungan usaha tani jangka panjang.

2. Pembinaan dan Pelatihan Agronomi
Starbucks akan melatih 200 pelatih agronomi dari berbagai daerah. Setiap pelatih akan membimbing sekitar 75 petani setiap tahun, menargetkan pendampingan hingga **15.000 petani** per tahun untuk mengadopsi praktik kopi berkelanjutan.

3. Donasi 20 Set Peralatan Penggilingan Kopi Hemat Air
Peralatan ini membantu proses pascapanen menjadi lebih efisien, ramah lingkungan, serta meningkatkan kualitas biji kopi olahan untuk memperkuat nilai jual dan peluang ekspor.

4. Percontohan Pengendalian Hama Hayati
Sebanyak 500 kebun di Aceh akan menjadi lokasi percontohan penggunaan Beauveria bassiana—agen hayati yang efektif melawan penggerek buah kopi, salah satu hama paling merusak dalam industri.

Presiden Starbucks Asia Pasifik menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap petani Indonesia. “Setelah lebih dari lima dekade membeli kopi arabika Indonesia, MoU ini menjadi tonggak penting dalam kemitraan jangka panjang kami dengan komunitas petani.”

Program-program ini akan dijalankan bersama Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute (ICCRI) sebagai lembaga riset yang berperan besar dalam pengembangan teknologi kopi nasional.

Pimpinan ICCRI, Dini Astika Sari, menyampaikan dukungannya: “Kami berkomitmen menghadirkan harmoni antara kopi, lingkungan, dan masyarakat melalui materi tanam unggul, pengendalian hama hayati, dan pengolahan beremisi rendah.”

Starbucks melalui Farmer Support Center di Sumatra Utara telah lebih dari satu dekade hadir sebagai pusat pelatihan agronomi dan pemberdayaan petani. Sejak 2021, perusahaan ini telah menyumbangkan jutaan benih kopi dan melatih ribuan petani, baik yang memasok biji kopi ke Starbucks maupun tidak.

Selain itu, Starbucks juga:
* Bermitra dengan PUR dalam program penghijauan 50 tahun untuk menanam 700.000 pohon di Sumatra pada 2028.
* Mendukung pembibitan yang memproduksi 1,5 juta bibit kopi per tahun.
* Melalui The Starbucks Foundation, telah menginvestasikan lebih dari US$7,5 juta sejak 2006 untuk pemberdayaan perempuan dan generasi muda di daerah penghasil kopi.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi arabika premium terbesar di dunia. 

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi, serta Selain itu, beliau juga aktif sebelum menulis artikel di situs berita cobisnis - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →