Pefindo: Hedging Sinyal Positif Dunia Usaha

Oleh : Wiyanto | Selasa, 22 Agustus 2017 - 13:44 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Adanya aturan hedging terbaru berbiaya murah merupakan sinyal bagus bagi perusahaan yang mempunyai utang atau pinjaman berbentuk mata uang asing. Aturan hedging dengan produk call swap option punya sentiment positif ke dunia usaha juga.

“Update, jadi akurat hal menarik pelaku sektor riil tereksposure valuta asing, biaya yang lebih murah dari instrumen sebelumya,” ujar Analis Pefindo Mega Nugroho di Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Bank Indonsia (BI) menyosialisasikan Standar Operational Prosedur (SOP) untuk hedging call swap option kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Secara perdana menghasilkan hedging US$30 juta dari PLN kepada tiga Bank BUMN.

Meskipun nilai hedging terbilang kecil, namun berdampak positif bagi Good Corporate Governance (GCG) perusahaan baik BUMN dan non BUMN.

“Nilai hedging ini terbilang masih kecil,  sisi ritel implementasi bagi BUMN, bisa nyaman terapkan hedging, nilai kecil. Tapi sinyal bagus. Untuk besar hedging butuh waktu,” katanya.

Selanjutnya khusus bagi BUMN yang rentan terhadap GCG, lanjut dia, Kementerian BUMN dapat membuat aturan turunan yang memudahkan penerapan hedging produk ini. 

“Kementerian BUMN, buat guidline lebih tegas, komperhensif, BUMN heding dipandang apa apa jadi risiko. Itu diintensifkan aturan turunannya,” jelas dia.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →