Electricity Connect 2025 Jadi Event Nol Emisi, Tukarkan 920,47 tCO2 Jejak Karbon Lewat SPE
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menegaskan komitmennya terhadap pengurangan emisi karbon dengan menghadirkan Electricity Connect 2025 sebagai event besar pertama di sektor ketenagalistrikan yang sepenuhnya berstatus nol emisi.
Gelaran yang berlangsung pada 19–21 November 2025 di Jakarta International Convention Center (JCC) ini menukar seluruh jejak karbonnya melalui mekanisme Sertifikat Pengurangan Emisi (SPE).
Langkah MKI ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mempercepat transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE), sebagaimana ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong reduksi emisi sektor energi sebagai bagian dari agenda nasional menuju NZE.
“Presiden Prabowo Subianto baru saja mengesahkan kebijakan energi baru dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional, dengan target NZE tahun 2060 atau lebih cepat,” ujar Dadan.
Untuk mewujudkan penyelenggaraan acara tanpa emisi, MKI bekerja sama dengan PT PLN Energy Management Indonesia (PT PLN EMI), yang berpengalaman dalam pengelolaan lingkungan, pengurangan emisi, dan penyediaan karbon kredit.
Dari perhitungan yang dilakukan PT PLN EMI, diketahui bahwa emisi karbon yang dihasilkan Electricity Connect 2025 adalah sebanyak 869,72 tCO2 dari penerbangan, 42,75 tCO2 dari mobil, dan 8,00 tCO2 dari kelistrikan.
Total 920,47 tCO2 tersebut kemudian di-offset menggunakan SPE yang bersumber dari PLTG Muara Karang Blok 3.
MKI menjelaskan bahwa carbon offset adalah mekanisme untuk menyeimbangkan emisi gas rumah kaca melalui pendanaan proyek hijau yang mampu menyerap atau menurunkan emisi di tempat lain.
Sekretaris Jenderal MKI sekaligus Ketua Panitia Electricity Connect 2025, Arsyadany G. Akmalaputri, menegaskan bahwa acara tahun ini menjadi bukti nyata bahwa event besar dapat berjalan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Perubahan iklim mendorong MKI untuk memperhatikan dampak lingkungan dari setiap kegiatan yang kami selenggarakan. Electricity Connect 2025 bukan hanya ajang berkumpulnya para pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan, tetapi juga medium untuk menunjukkan komitmen kami terhadap keberlanjutan,” ujar Arsyadany.
Ia juga mengapresiasi dukungan PT PLN EMI yang mampu memberikan perhitungan terverifikasi dan menyediakan SPE sebagai bentuk pengimbangan seluruh emisi acara.
“SPE memberikan legitimasi atas kontribusi nyata MKI terhadap mitigasi emisi gas rumah kaca serta mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia,” tambahnya.