Kolaborasi IIF dan APACI Ajak Masyarakat Integrasikan Vaksinasi Influenza Kedalam Sistem Kesehatan Secara Berkelanjutan

Oleh : Hariyanto | Minggu, 02 November 2025 - 06:39 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indonesian Influenza Foundation (IIF) berkolaborasi dengan Asia Pacific Alliance for the Control of Influenza (APACI) mengajak masyarakat untuk mengadvokasi pencegahan Influenza, serta meminta kepada Pemerintah untuk mengintegrasikan vaksinasi influenza ke dalam sistem kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Kolaborasi IFF dan APACI diwujudkan melalui kegiatan Hybrid Simposium "Flu Forward: Advancing Protection, Policy, and Practice in a Post-Pandemic World" yang dilaksanakan di Hotel Double Tree, Jakarta Pusat pada Sabtu (1/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat kesadaran, memperbarui kebijakan, dan mendorong praktik terbaik vaksinasi influenza di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Prof Cissy B Kartasadmita, M,Sc.Ph.D. SpA Respirologi (K) yang merupakan Konsultan Respirologi Anak, Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, menyebutkan bahwa Influenza (flu) merupakan penyebab penyakit Infeksi saluran pernapasan yang sering terjadi pada anak, terutama balita. Influenza juga penyebab utama kunjungan anak ke gawat darurat dan perawatan di rumah sakit. 

"Influenza merupakan penyakit yang serius yang mengakibatkan ribuan perawatan rumah sakit, terutama pada balita. Rata-rata diperkirakan 20.000 balita dirawat karena komplikasi penyakit influenza, dan sebagian di antaranya meninggal," ungkap Prof Cissy.

Simposium ini mengajak para pemangku kepentingan untuk menguatkan pencegahan, terutama melalui vaksinasi influenza rutin pada kelompok berisiko, seperti, tenaga kesehatan, lansia, penyandang komorbid seperti diabetes & penyakit jantung, ibu hamil, serta pelaku perjalanan (termasuk Haji/Umrah).

Menurut Prof Cissy, influenza pada anak bervariasi luas. Infeksi influenza pada anak sulit dibedakan secara klinis, dengan penyakit akibat infeksi virus lain-nya, seperti selesma, Comd-19 dan RSV, dimana kepastian penyebabnya hanya bisa didapatkan dengan pemeriksaan laboratorium. Vaksinasi tahunan yang teratur merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah influenza musiman, disamping melakukan pencegahan non-vaksinasi.

"Vaksinasi dianjurkan untuk semua usia mulai dari bayi berusia 6 bulan, hingga lansia, menggunakan vaksin yang sama. Vaksmasi infuenza sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan orang disekitar kita," ujarnya.

Prof Cissy menyebut, pencegahan Influenza selain vaksinasi adalah dengan sering mencuci tangan dengan benar menghindari orang yang bergejala flu, tutup mulut dan hidung dengan tissue saat batuk dan bersin, jangan dengan telapak tangan, serta beristirahat di rumah bila sakit.

Sementara itu, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) MARS, DTM&H, DTCE, FISR, FIMMA yang merupakan Direktur Pascasarjana Universitas YARSI mengungkapkan ada empat hal yang perlu dilakukan untuk mencegah influenza. 

"Pertama, jika ada gejala seperti flu maka baik untuk jaga kondisi, pakai masker, bila perlu istirahat. Akan lebih baik jika kita senantiasa menjaga daya tahan tubuh antara lain dengan prinsip Cerdik yakni cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok dan hindari polusi udara, diet yang bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup dan kelola stress," ungkap Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama.

Hal ke dua yang harus dilakukan menurut Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama adalah berkonsultasi kepada petugas kesehatan jika sakit memberat. Ke tiga, kenali dan laporkan segera bila dalam satu lingkungan (rumah, kantor, sekolah, dan lainya) ada beberapa orang dengan gejala yang sama apalagi kalau berat dan mendadak. "Inilah yang disebut klaster, yang bukan tidak mungkin jadi awal peningkatan kasus di waktu berikutnya," ujarnya.

Ke empat, vaksinasi influenza dapat diberikan terutama pada lansia atau mereka dengan komorbid dan atau dengan daya tahan tubuh yang rendah. Di sisi lain masyarakat umum juga perlu memperoleh vaksinasi influenza, seperti banyak dilakukan di luar negeri. 

"Perlu pula diketahui bahwa untuk mencegah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) secara umum setidaknya ada tiga jenis vaksinasi yang dibutuhkan, yaitu Vaksinasi Influenza, Vaksinasi RSV (Respiratory Syncitial Virus), dan Vaksinasi Pneumonia. Perlu juga diingat bahwa Covid-19 masih ada walaupun kasusnya sudah sangat jarang dan umumnya ringan, dan untuk itu juga masih tersedia vaksinasi Covid-19," ungkap Prof. Dr. Tjandra .

Penyakit saluran pernafasan memang mudah menular antar orang. Untuk itu perlu diwaspadai penyebab peningkatan kasus dan perkembangannya, "Apakah karena virus influenza A yang sudah lama kita kenal, atau perlu di analisa mendalam tentang ada tidaknya kemungkinan mutasi virus baru seperti yang pernah terjadi di masa lalu," tutup Prof. Dr. Tjandra.

Prof Cissy menambahkan bahwa kesadaran influenza harus tetap dijaga ditengah meningkatnya mobilitas masyarakat pasca pandemi. "Dengan meningkatnya kasus flu di berbagai negara dan bukti kuat manfaat vaksinasi. Tenaga kesehatan berperan penting dalam mengedukasi masyarakat dan memastikan kelompok berisiko mendapatkan perlindungan yang optimal. Mari bersama melangkah maju - Flu Forward - dengan mengintegrasikan vaksinasi influenza ke dalam sistem kesehatan masyarakat secara berkelanjutan demi Indonesia yang lebih sehat," pungkas Prof Cissy.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →