Lippo Karawaci Perkuat Komitmen Lingkungan: Targetkan 30% Pemanfaatan Air Berkelanjutan pada 2030

Oleh : Nina Karlita | Senin, 27 Oktober 2025 - 12:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta — PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), perusahaan real estate dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui peningkatan efisiensi penggunaan air.

Dalam strategi barunya, LPKR menaikkan target pemanfaatan sumber air berkelanjutan dari 20% menjadi 30% pada tahun 2030.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya perusahaan untuk menghadapi tantangan krisis air dan mendukung operasional hijau (green operation) di seluruh jaringan bisnisnya.

Hingga tahun 2024, LPKR mencatat 24% kebutuhan airnya telah dipenuhi dari sumber-sumber berkelanjutan seperti daur ulang air limbah dan pemanenan air hujan. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan tahun 2019 yang baru mencapai 6%.

“Pemanfaatan air berkelanjutan kini menjadi bagian dari DNA operasional LPKR. Kami ingin memastikan bahwa setiap tetes air memberikan manfaat bagi keberlanjutan bumi,” ujar John Riady, CEO Grup Lippo Indonesia.

Untuk mencapai target ambisius ini, LPKR telah melakukan investasi besar dalam peningkatan sistem pengelolaan air.

Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan meliputi:

Penerapan sistem retensi air untuk menampung air hujan dan limpasan permukaan.

Pemanfaatan teknologi Reverse Osmosis (RO) di rumah sakit untuk menjaga kualitas air cadangan.

Optimalisasi CSSD autoclaves serta sistem Pemanasan, Ventilasi, dan Penyejuk Udara (HVAC) agar lebih efisien dalam konsumsi air.

LPKR juga aktif menjalin kemitraan strategis dengan penyedia air lokal dan terus mengevaluasi penggunaan air olahan dari instalasi pengolahan limbah cair (IPAL) untuk menjamin efisiensi serta keberlanjutan jangka panjang.

Komitmen LPKR terhadap efisiensi air tidak hanya berhenti di kebijakan, tetapi juga telah diterapkan di berbagai lini bisnisnya.

Di Lippo Village, misalnya, seluruh kebutuhan air operasional untuk irigasi, penyiraman taman, hingga pembersihan saluran air dipenuhi menggunakan air hasil olahan limbah.

Sementara di rumah sakit, mal, dan hotel di bawah jaringan LPKR, sistem daur ulang air dimanfaatkan untuk keperluan non-konsumsi seperti menara pendingin, pembersihan area publik, dan penyiraman taman.

Ke depan, LPKR akan terus memperluas implementasi teknologi pengelolaan air berkelanjutan di seluruh unit operasional. Fokus utama mencakup peningkatan kapasitas daur ulang air limbah, pemanenan air hujan, dan efisiensi penggunaan air bersih.

“LPKR berkomitmen menjadikan efisiensi air bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai budaya keberlanjutan yang melekat di setiap aspek operasional kami,” tambah John Riady.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →